10/09/2006
Ramadhan, Bulan Berbagi
Yap, benar. ( mestinya ) bulan penuh berkah ini menjadi ajang berbagi simpati dan peduli bagi sesama, lebih dari sekedar latihan menahan lapar dan dahaga. Karena apalah artinya berpuasa, namun masih tetap saja acuh pada lingkungan sekitar… Namun, alhamdulilah, banyak diantara kita yang sudah mulai tumbuh kesadaran untuk saling berbagi simpati. Ramadhan ini menjadi ajang perlombaan dalam berbuat kebaikan – berfastabiqul khairaat – demi mencapai derajat orang bertaqwa. Subhanallah, kita saksikan di setiap kesempatan di bulan ini, segelintir kelompok manusia berpeluh-peluh membagikan sebingkah kebahagiaan berupa pakaian-pakaian bekas, paket sembako, dan lainnya bagi kaum yang kurang beruntung. Merinding menyaksikan betapa masih banyak ( atau semakin banyak ? ) saudara-saudara kita yang malang nasibnya, bahkan untuk kebutuhan makan sekalipun…janda-janda miskin, anak-anak yatim, kaum dhuafa dan fuqara. Sungguh sebuah kenikmatan tersendiri jika bisa berbagi kebahagiaan Ramadhan dengan mereka, menyaksikan binar kebahagiaan terpancar di mata mereka. Yap, inilah sekilas gambaran yang dilakukan oleh tim Komunitas Tangan Diatas yang masih peduli akan penderitaan sesama. Karena itu, saya sedih jika menyaksikan masih ada segelintir kaum berpunya masih acuh dengan lingkungan sekitar, apalagi untuk kaum yang kurang beruntung. Padahal, konon kata seorang ustadz, sedekah membuka pintu rejeki…insyaAllah. Pernah ada kejadian di sutau kantor, giliran ada pengumpulan dana untuk hadiah ulangh tahun, gak sampe lima menit, sudah terkumpul uang hampir 1 juta. Kebalikannya, pas ada seorang rekan ngajuin proposal untuk infaq, sedekah, santunan anak yatim, dijamin pengumpulan dananya bisa makan waktu berminggu-minggu. Jalan sih jalan…Cuma hasil akhirnya tidak seperti kejadian pertama. Yah, begitulah fenomena. Kadang kita justru merasa, dengan bersedekah, harta kita akan berkurang, namun sesungguhnya tidak di mata Allah. Semoga Allah berkenan memberikan hidayah-Nya agar semakin banyak makhluk-Nya yang saling tolong menolong dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Amin. Ah, dibalik semua itu, tetap saya merasa sangat bersyukur untuk itu. Sungguh, ini belum ada seujung kukunya dibanding dengan segala kenikmatan yang saya peroleh. Nikmat iman, islam, kesehatan, istri dan anak yang sholeh…Saya harus lebih banyak lagi berbagi simpati…Rabbi, ijinkanlah hamba-Mu ini menjadi seorang muzakki, yang diberi keluasan rejeki dan waktu luang agar bisa lebih banyak lagi berkontribusi bagi sesama. Belumlah cukup amal-amal ini tertoreh, lebih banyak benih-benih dosa yang kami taburkan sengaja ataupun tidak. Ya Allah, ampuni kami dan beri maaflah kami…
05:15 Posted in Artikel Lepas | Permalink | Comments (0) | Email this
09/29/2006
Tanpa Judul
09:00 Posted in Tausyiah | Permalink | Comments (0) | Email this
09/25/2006
Masjid Kembali Bersinar
Ramadhan kembali menyapa
Siapkan diri, siapkan hati
Menuju insan yang suci
Dari nafsu duniawi
Ramadhan kembali menyapa
Masjid kembali bersinar
Jamaah bershaf-shaf mengular
Amal kebaikan ditebar
Ramadhan kembali menyapa
Bulan rahmat nan berkah
Sarat makna penuh hikmah
Bagi orang-orang yang isitiqomah
Namun berapa banyak orang berpuasa
Hanya merasakan lapar dan dahaga
Jauh dari nuansa bahagia
Malah semakin tersiksa
Adakah kita satu diantara
Orang yang bahagia sambut ramadhan
Atau mungkinkah kita satu diantara
Orang yang tersiksa karenanya
10:50 Permalink | Comments (0) | Email this


