« 2005-11 | HomePage | 2006-01 »
12/30/2005
Ketemu Lagi
Wah, leganya. Hari ini akhirnya aku dapat juga password buat log in ke blogspirit. Gile aja, masak mau bikin baru lagi setelah capek-capek nge-desain dan bikin tulisan...tapi untunglah. Bukan apa-apa, soalnya alamat blog ini udah terlanjur nyebar juga, kan gak enak juga kalo aku bikin baru trus posting-posting lagi lalu sounding lagi ke orang-orang, bla,bla, bla...
Sebenarnya ada gak enak juganya ketahuan punya blog. Ketahuan gak ada kerjaannya...hehe. Eits, tapi nanti dulu. Pikir-pikir bukannya ini bagian dari pekerjaan ? Itung-itung latihan menulis gitu lho sebelum melangkah menjadi penulis beneran. Hmmm...emang ada niat mau jadi penulis ? ya, cita2 utama sih nggak, at least bisa aja menuangkan ide lewat bahasa tulisan. Gitu sih intinya. Doain aja ya...
Lebih gak enak lagi pas ketahuan ama men-temen kalo ternyata kejadian di Makassar itu disebabkan aku barusan pulang dari bioskop. Wuihhh...tapi untunglah mereka maklum. Memang susah juga kalo harus memilih yang terbaik diantara banyak pilihan buruk...hehe, apa coba ? alhamdulilah, aku mempunyai teman-teman sejati yang selalu mengingatkan dan saling menguatkan. Amin...
Kurasa dah dulu deh latihan nulisnya tuk hari ini. Sekedar ngobatin kerinduan aja untuk bertak-tik di depan komputer...biar dikira sibuk gitu. hehe. Eh, tapi suwer lho, ternyata dengan semakin sering kita belajar menulis, kita akan semakin ingat akan sesuatu dan pikiran akan terus berkembang...betul gak sih ?
Ok deh...keep on writing, bro...
09:35 Posted in Artikel Lepas | Permalink | Comments (0) | Email this
12/22/2005
Bergerak
"Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan)."
Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru saya, "ChaNge". Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu.
"Silahkan, siapa yang mau boleh ambil," ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.
Seperti yang saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya.
Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.
Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun. Saya ulangi pesan saya, "Silahkan ambil, silahkan ambil." Ia menatap wajah saya, dan saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak, "Kembalikan, kembalikan!" Saya mengatakan, "Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya."
Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan? Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:
"Saya pikir Bapak cuma main-main ............"
"Nanti uangnya toh diambil lagi."
"Malu-maluin aja."
"Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!"
"Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu ..."
"Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya...."
"Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas....."
"Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang........."
"Saya, kan duduk jauh di belakang..."
dan seterusnya.
Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah. Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia bisa menilai "gila" nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes. "Gila aja..ini kan gara-gara saudara2 Saya tidak mau mengurus saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit.....".
Lantas, apa yang kamu maksud 'sakit'?"
"Orang 'sakit' (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu,
sedangkan saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang
selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama
dari hari ke hari.....," katanya penuh semangat."
Saya pun mengangguk-angguk.
Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama.
Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari.
Jadi omong kosong perubahan akan datang.
Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.
Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah,
tapi tak banyak yang berani bergerak. Tetapi sekali bergerak,
perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak
terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri,
yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik.
Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinnya hanya berwacana saja.
Wacana yang kosong akan destruktif.
Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan
orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif,
bergerak, memulai, dan seterusnya.
Get Started.
Get into the game.
Get into the playing field, Now.
Just do it!.
Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh
orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara
di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja.
Makanya tranformasi harus bersifat kultural,
tidak cukup sekedar struktural. Ia harus bisa menyentuh manusia,
yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju.
Manusia pemenang adalah manusia yang responsif.
Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul,
yang membedakan antara winners dengan losers adalah
"Winners take action! they simply get up and do what has to be done!".
Selamat bergerak!
(Sumber: Bergerak oleh Rhenald Kasali)
05:48 Posted in Artikel Bisnis | Permalink | Comments (0) | Email this
12/19/2005
Seberapa Sehat Otak Anda ?
Seberapa Sehat Otak Anda ?
19/12/2005 08:34 WIBeramuslim - Untuk menilai kebugaran fisik memang tidak terlalu sulit karena banyak indikatornya. Tapi, bagaimana bisa tahu keadaan otak anda sehat atau tidak? Padahal, lupa adalah salah satu indikasi bahwa otak sudah tidak sehat lagi.
Seperti organ lain, otak juga mengandalkan darah sebagai pemasok oksigen dan nutrisi. Bila jantung dan pembuluh darah tidak cekatan dan efisien lagi, daya ingat akan kena dampaknya. Sejumlah penelitian menunjukkan, masalah kardiovaskular ikut menentukan penurunan kemampuan otak.
Petunjuk berikut ini bisa menjadi indikator sehat tidaknya otak anda. Masih berisi atau jangan-jangan malah sudah mulai kosong:
1. Otak mulai padam. Ini bisa ditunjukkan dengan keadaan anda yang mulai merasa frustasi. Banyak omongan
yang anda ucapkan, tapi tidak ada 'isinya'.
2. Mulai lupa. Anda menemukan buah di dalam kulkas, tapi tidak ingat bahwa anda sendiri yang menyimpannya di
sana. Anda juga mulai kesulitan untuk mengingat nama atau kata-kata dalam lagu favorit anda.
3. Otak mulai seret. Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk berpikir atau menuangkan pikiran anda.
4. Depresi. Anda merasa sedih dan cemas pada waktu tertentu, kehilangan minat pada sesuatu yang biasanya
anda gemari.
Jika satu atau lebih tanda tersebut ada pada diri anda, maka dapat dipastikan otak anda sudah tidak sehat lagi. Dan sebaiknya anda konsultasi ke dokter. Hanya dokter ahli yang bisa menganalisis secara tepat dan memberikan perawatan terhadap trauma otak atau penyakit degeneratif seperti alzhemier. Para ahli percaya bahwa dalam kondisi tertentu otak dapat meregenerasi sel untuk membalikkan dampak dari penuaan atu turunnya fungsi memori otak dengan melakukan latihan olahraga setiap hari. Semakin cepat anda memfokuskan pada kebugaran otak akan semakin baik.
Pasalnya, dengan latihan fisik atau olahraga teratur, aliran darah ke otak akan tambah lancar. Disebutkan bahwa aliran darah ke otak menurun rata-rata 23 persen di usia antara 33-62 tahun. Selain mampu mengurangi kadar lemak darah yang bisa menyempitkan dan mengeraskan pembuluh darah, olahraga juga mengakatifkan bagian-bagian otak yang bertugas mengendalikan fungsi gerak. Di sisi lain otak juga butuh istirahat. Aktivitas terus menerus tidak baik untuk otak. Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kecepatan dan keaktifan otak. Orang yang kurang tidur akan cenderung lupa dan diikuti dengan menurunnya fungsi indra.
Kebutuhan tidur tiap orang berbeda. Secara umum orang dianjurkan untuk istirahat sekitar 7-8 jam. Namun, ketentuan itu tidak mutlak. Ada orang yang hanya perlu tidur tiga jam. Orang macam ini biasanya mampu menstabilkan gelombang otaknya meski tetap bekerja. Saat Anda tidur, ingatan akan direvisi dan disimpan dalam otak. Ketidakmampuan tidur mempengaruhi periode konsolidasi ingatan. Otak secara otomatis melakukan penyegaran saat terjadi gelombang tidur nyenyak atau gelombang delta.
Di samping itu, sebaiknya konsumsi makanan yang baik untuk otak. Karena otak memerlukan zat gizi seperti asam folik dan asam lemak omega 3. Masukkan daun-daunan berwarna gelap, sayuran, ikan dan kacang-kacangan dalam menu anda. Satu hal yang terpenting, hentikan rokok dan minum alkohol. Karena keduanya dapat mengganggu sirkulasi darah ke otak. (to/is)
08:24 Posted in Info Sehat | Permalink | Comments (0) | Email this
Senin Pagi...
Senin lagi...rasanya begitu cepat waktu ini. Kembali ke rutinitas, berangkat pagi, pulang jelang malam. Begitu seterusnya sampai weekend menjelang. Weekend kelar, senin lagi menghadang...kok menghadang sih ?
Yap, gimana nggak ? biasanya awal pekan begitu lalu lintas macetnya luar biasa. Seandainya keong bisa ditumpangin, mendingan naek keong deh...hehe. Tapi, pagi ini sedikit beda. Keluar rumah, hawa segar langsung menerpa maklum sudah dua hari terakhir hujan terus jadi ya lumayan adem cuacanya. Yah, asal gak hujan terus-terusan aja coz efek 'multiplier'nya itu yang unpredicted. Alias banjir dimana-mana...nah, kalo yang ini murni akibat ulah manusia. Gak tahu kenapa, musim hujan banjir terus jadi masalah. Padahal ini kan siklus tahunan gitu loh.
Sudahlah. Yang pasti cuaca pagi ini cukup adem. Dengan langkah mantap, aku menuju kantor...seperti biasa, kucoba 'menikmati' suasana perjalanan pagi itu. Kadang-kadang, untuk menghindari kejenuhan selama perjalanan, aku baca-baca buku sampai sedikit terlelap. hehe. Lumayan deh buat nyambung tidur semalam yang suka keganggu sama tangisan sang buah hati tercinta...
Alhamdulilah, kali ini si Metro yang menjadi 'jemputan' setia tak susah kudapat. Langsung duduk manis dibelakang, tak lama kemudian seorang penumpang duduk disebelahku dan terus...ngajak ngobrol !. Pikirku, hmh, gak biasanya nih ada orang ramah di bis, hari gini gitu loh. Biasanya tampangnya pada jutek semua, maklum deh di Metro...penumpang kadang diperlakukan kayak tape. Berjubel hingga deket pintu. Padahal, bahaya kan...
Pertama-tama si Bapak memperkenalkan diri. Dia seorang pensiunan PNS, punya anak dua, lagi ngurus SIM-nya yang hilang di Polsek Jaksel. Aku hanya mengangguk-angguk saja. Batinku, wah, ini menyita waktu 'tidur' di bis nih. hehe. Yap, untuk mengurangi dampak bete selama di jalan yang macet dan crowded, aku sering berharap bisa tidur di bis. Tapi kali ini lain, si Bapak terus menceritakan pengalamannya selama jadi PNS, soal KKN sampai partai Golkar...
Aku masih tak acuh. Dia terus saja ngomong...hingga tanpa sadar, si Metro sudah hampir melewati Pertigaan Fatmawati- H. Nawi alias sudah dekat Dutamas-ITC !!! Kok gak nyadar ya ? Padahal tadi lumayan macet seperti biasa awal pekan...tapi ini kok lain ? Olala...ternyata sepanjang perjalanan tadi si Bapak terus saja ngobrol dan aku ikut larut dalam pembicaraannya. Alhasil, kemacetan Fatmawati pagi itu tak begitu kurasakan...Kalo tiap hari kayak gini, asyik juga ya ? hehe. Tapi, bisa-bisa mulut jadi garing karena ngobrol terus sepanjang jalan...:-)
04:35 Posted in Curahan Hati | Permalink | Comments (0) | Email this
12/15/2005
MAKNA SYUKUR
Selalu bersyukur akan membuat kita bahagia.
Beberapa cerita berikut ini menggambarkannya...
Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur
bertanya pada sopir pribadinya, "Bagaimana kira-kira
cuaca hari ini?" Si sopir menjawab,
"Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai."
Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini
bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa begitu
yakin?".Supirnya menjawab, "Begini, pak, saya sudah
belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang
saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun
yang saya dapatkan".
Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur.
Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting.
Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa
damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak
bersyukur akan senantiasa m! embebani kita. Kita akan
selalu merasa kurang dan tak bahagia.
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang
kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah,kendaraan,
pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda
masih merasa kurang.
Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan
keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar
dan indah, mobil
mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih
banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak
mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya,
walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati
kesenangan sesaat.
Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi.
Jadi,betapapun banyaknya harta yang kita miliki kita
tak pernah menjadi "kaya" dalam arti yang
sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang
"kaya".
Orang yang "kaya" bukanlah o! rang yang memiliki
banyak hal,tetapi orang yang dapat menikmati apapun
yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita
memiliki keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa
inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah
perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita
miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda,
pikirkan yang Anda miliki, dan
syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik
atasan,pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda.
Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.
Seorang pengarang pernah mengatakan, "Menikahlah
dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah
orang yang Anda nikahi." Ini perwujudan rasa syukur.
Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang
mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal
sepatunya sudah lama rusak.
Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai
kaki,tapi tetap ceria karena masih bisa mempergunakan
tangannya. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh
dan mulai mengucap syukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur
adalah adanya kecenderungan membanding-bandingkan diri
kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih
beruntung.Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang
lebih pandai,lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya
diri,dan lebih kaya dari kita.
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau
dari rumput di pekarangan sendiri.
Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit
jiwa.Pasien pertama sedang duduk termenung sambil
menggumam,"Lulu, Lulu."
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah
yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang
ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si
pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain
ia terkejut melihat penghuninya terus menerus
memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu,
Lulu"! . "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?"
tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya,
dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."...
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati
apa yang kita miliki.Karena itu bersyukur merupakan
kualitas hati yang tertinggi.
Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang
sedang terapung dilaut karena kapalnya karam, namun
tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia
menjawab,"Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang
pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah
seberang.Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia
karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi
kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia
karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di
surga."
07:25 Posted in Artikel Lepas | Permalink | Comments (0) | Email this
12/14/2005
Cerita Seru dari Makassar
Makassar...here we go !!! Akhirnya...tiba juga aku di kota ini. Kotanya seru, jalanannya lebar-lebar, warganya cukup ramah walau aksen ngomongnya cukup keras dan cepat. Aku kesini dalam rangka tugas juga untuk acara road show launching buku Perspektif Baru. Yap, setelah menuai sukses di dua kota, Jakarta dan Yogya, kali ini Makassar yang kena giliran. Orang-orangnya terkenal kritis, lugas, dan spontan. Pasti seru ngadain acara di kota ini.
Dugaanku tidak meleset. Sekitar jam 5 sore tanggal 10 Des 05, pengunjung mulai memadati area launching buku di Gramedia Mall Ratu Indah Makassar. Acara pertama, Wimar Witoelar selaku host acara ini menjelaskan sekilas sejarah dan perjalanan Perspektif Baru yang dilanjutkan dengan penjelasan website Perspektif baru dari Satya. Sedetik kemudian baru sesi tanya jawab. Tampaknya sesi inilah yang ditunggu-tunggu dari pengunjung. Beragam pertanyaan dari mulai yang sederhana hingga kritis 'berhamburan' keluar. Dari mulai pengalaman Wimar menjadi jubir jaman Gusdur, soal politik dan demokrasi, masalah pengelolaan negara yang tidak beres-beres hingga tanggapan Wimar terhadap ICMI. Pokoknya seru deh, sampai-sampai tim Perspektif agak kewalahan untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan door prize coz semua pertanyaan yang masuk bagus-bagus. Tapi, memang Wimar yang pakar komunikasi, semua pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan diplomatis khas Wimar.
Acara berikut tak kalah serunya. Yaitu foto session with Wimar. Wah, jadi terharu juga nih. Ternyata, Wimar masih menyisakan fans fanatiknya di masa lalu. Terbukti, dengan antusiasme pengunjung untuk berfoto bareng Wimar. ( Tapi gak tahu juga deh, apa karena mereka orang daerah yang rindu kehadiran orang 'pusat' yang bisa menyuarakan aspirasi mereka ? Entahlah ). Yang jelas, aku dan tim senang banget acara sore itu sukses. Sip deh.
Selesai acara, kami rehat sebentar untuk kemudian makan malam dengan Ibu Triyatni di Istana Karang Laut. Ini lagi sessi yang seru...kali ini makanannya itu lho gak nahan. Kalo gak ingat-ingat aku gak ada riwayat alergi, udah kuhabisin deh itu lobster...hehe. Tapi gak papa. Menu lain oke juga kok. Pokoknya puas banget malam itu. Ditambah dengan alunan merdu dari penyanyi 'biasa' yang luar biasa...wow, seru banget.
Tibalah acara 'bebas'. Yap, kali ini betul-betul bebas. Aku dan tim Makassar, Susy,Maro, Astrid, mas Neil ( org gramedia ), mas Satya, mbak Sari, memutuskan untuk nonton The Chronicle of Narnia yang baru diputar di Jakarta. Maro sih yang minta abis dia penasaran banget gak kebagian tiket di PI...Ya udah, ikut aja daripada di hotel gitu lho...hehe.
Kirain emang bener-bener bagus. Coz pas ngelihat intronya, boleh juga nih. Adegan perang-perangan...wah, pasti seru kelanjutannya. Gak taunya...walah, walah, ini cuma film khayalan di negeri dongeng yang gak ketahuan ujung ceritanya. Gak nyambung gitu. So what gitu lho ? aku dah duduk manis di bioskop, ya ikutin aja ceritanya walau dengan mata yang sudah 5 watt. Hehe. Untung aja, animasi komputer dan efek gambarnya cukup oke, jadi ya lumayanlah untuk menghibur diri. :-)
Selesai nonton sekitar jam 1 pagi dinihari. Anak-anak pada mutusin naek becak aja karena murah. Ya gak papalah sekali-sekali naek becak di kota orang. Lagian, jarang-jarang kan coz Jakarta becak udah gak ada. Aku dan Maro satu becak. Astrid dan Susy di becak satunya. Sementara mas Satya dan mbak sari sudah melaju juga dengan becaknya jauh mendahului kami berempat. Kami masih sempat tuh foto-fotoan di atas becak...ketawa-ketiwi, tengok kanan-kiri, menikmati perjalanan dan dinginnya malam kota Makassar. Wah, pokoknya seru deh. Hingga ketika sampai di kelokan jalan...swing-swing...brrreeer...brreeeerr. Bunyi apaan tuh ? loh, kok banyak orang berkerumun kayak ada konser gitu ? olala...ternyata disitu sedang berlangsung Balapan Liar. Tapi karena sudah terlanjur, becak kami sudah masuk kedalam track Balapan...jadilah sepanjang jalan di tepi pantai Losari kami disoraki oleh warga yang nonton Balapan liar itu. Becak kami terus melaju dengan cepat seolah tak mau kalah dengan para 'pembalap' liar itu yang kebanyakan ABG. Ditengah keriuhan suasana karena ada becak berpacu balap dengan motor di arena trek-trekan liar itu....tiba-tiba....
GUBBRAKKKK !!! Kurasakan ada benda keras menghantam kepala. Becakku tertabrak motor di arena balap !. Dalam keadaan setengah sadar, kucoba berlari ke pinggir. Gak peduli dengan kerumunan orang. Duh, sakit sekali pergelangan tangan. Tapi kucoba bangkit dan melangkah. Kuraba kantong belakang. Oh, ternyata dompet dan HP masih aman tersimpan di celana. Lalu kulihat Susy lalu Astrid berlari-lari berusaha mencari tahu keberadaan kami berdua. Untunglah tak lama kemudian Maro ditemukan dalam keadaan selamat. Susy-Astrid langsung sibuk kasak-kusuk cari UGD dan angkot sementara kami berdua malah sibuk cari...SENDAL !!!. hehe. bukan apa-apa, setelah full tersadar, kami terpikir kok ada yang kurang ya ? oh, ternyata sandal kesayangan...beruntung, Maro akhirnya menemukan sendalnya, sementara aku mesti rela berjalan-jalan tertatih dengan satu sendal di sebelah kiri. Kadang lucu juga, ditengah suasana panik kayak gitu, sempet-sempetnya mikirin hal remeh kayak gitu....hihihi. Kami juga kan manusia...hehe.
Dalam keadaan panik, akhirnya kami berhasil juga menemukan UGD terdekat. Hmm...sebenarnya aku agak males ke UGD. Bukannya meremehkan dengan kondisi luka-luka di tangan dan kepala, tapi membayangkan pelayanan di UGD itu lho...belum lagi, pemandangan korban-korban kecelakaan di UGD...hiks. Cukup bikin bergidik. Alhamdulilah, sebenarnya luka di tangan gak parah-parah amat, hanya benturan di kepala yang mesti diperiksa lebih lanjut. begitu juga Maro, lukanya ditangan tidak terlalu parah, mungkin hanya perlu pemeriksaan lanjutan besok-besok. Kupikir, cukuplah dibaluri Betadine untuk pertolongan pertama. Hiks...benar saja. Pas sampai gerbang UGD, kamar penuh pasien. Pintu kamar UGD sedikit terbuka dan kusaksikan...ada 2 orang korban kecelakaan -- entah karena Balapan itu atau bukan -- sedang berjuang menahan sakit...salah satu kelingkingnya putus lalu sekujur tubuhnya berlumuran darah...betul-betul mengerikan. Alhasil, masuk ke kamar, aku hanya minta dibaluri Betadine di sekujur tangan setelah itu...cabut !!! Daripada kebayang-bayang korban yang lagi 'sekarat'...mendingan keluar duluan deh. Idem ditto dengan Maro, dia juga gak lama-lama di dalam kamar UGD. Hari gini lihat lumuran darah....wih, gak janji deh.
Kelar 'pemeriksaan' di UGD, kami berempat ke Apotik terdekat untuk membeli obat-obatan yang diperlukan. Setelah itu, balik ke hotel. Disana, aku dan Maro jadi 'pasien' dadakan Susy dan Astrid. Hmmm...gak nyangka juga ya, ternyata mereka berdua cukup telaten menangani luka...hehe. Usut punya usut, ternyata Susy pernah aktif di Palang Merah. hehe..pantes aja. Coba dari tadi kita balik ke hotel...pelayanan lebih memuaskan. :-)
Akhirnya...'petualangan' kami berakhir malam itu. Setelah bersih-bersih sebentar trus aku masih ngobrol ngalor ngidul dengan Maro. Apalagi kalo bukan membahas kejadian barusan. Pembicaraan fokus ke ' misteri sendal yang hilang'. hehe...kayak gak ikhlas gitu. Bukan apa-apa, soalnya itu kan sendal hotel dan menjadi satu-satunya sendal yang kupake selama di Makassar. Jadi penasaran banget...sampe kubilang ke Maro, " besok kita harus jelajahi lagi sepanjang pantai Losari untuk mencari sendal...!!! ". Maro bilang, " Siapa takut ??? " hehe. Dasar manusia, materi terus dipikirin. Eits, tapi kami sangat bersyukur lho selamat dari kejadian itu. It's really-really miracle. Kubilang, kejadian tadi benar-benar diluar dugaan dan memang ada kekuasaan diluar kemampuan manusia. Yap, benar sekali. Allah Maha Berkehendak, Maha Segalanya. Gampang saja bagi-Nya untuk mencabut nyawaku pas kejadian tadi...karena secara logika awam, benturan antara becak dan motor kami cukup keras. Kebayang kan, atap becak sampe remuk dan motor itu terpelanting beberapa meter...gak tau deh gimana nasib abang becak dan si 'pembalap liar' itu. Kutambahkan ke Maro, sudahlah kita petik hikmahnya saja. Ini peringatan supaya masing-masing kita lebih mendekat kepada-Nya. Subhanallah. Akhirnya kami pun terlelap....
Keesokan paginya, aku terjaga. Duh, serasa remuk badan ini. Tapi, aku harus bangun karena sore ini kami semua harus pergi meninggalkan Makassar. Jadilah dengan kondisi seadanya, aku mandi, beres-beres, trus keluar kamar menghirup udara segar. Oh, indahnya pagi di Makassar...hingga kemudian pandanganku tertubruk ke sebuah benda dibawah kursi kamar...SENDAL !!!. Kucoba mendekat lalu kucocokkan dengan sebelah sandal yang kubawa semalam...lho, cocok ???. Ya Allah, keinginanku terkabul...sebelah sendal telah kembali. Tapi siapa ya orangnya yang 'menyembunyikan' sebelah sendal di bawah meja ? Susy ? gak mungkin, ngapain juga dia pagi-pagi buta ngubek-ngubek tepi pantai Losari hanya demi sebuah sendal. Atau tamu hotel yang ketinggalan sendal ? atau petugas hotel yang kelupaan bersihin kamar ? wallahu'alam deh...sementara masih jadi teka-teki di hari itu sampai akhirnya ternyata si Astrid yang punya 'ulah'. hehe...sebelumnya, dia dan Susy yang menempati kamar itu, terus ada sendal sebelah sengaja ditinggalkan dibawah kursi kamar....hiks, gak jadi cerita misteri deh. :-)
Hari Minggu yang cerah itu, lebih banyak waktu aku habiskan di hotel. Kebetulan ada jadwal wawancara PB dengan salah satu aktivis LSM disini dengan host Faisol Riza. Yap, awak tim tinggal kami berempat plus Mas Riza. Akhirnya, tepat jam 2 siang, kami check out dan langsung cari tempat makan buat lunch. Oya, pagi itu tim PB kedatangan tamu yang lama dinanti yaitu Sena, aktivis merangkap jurnalis juga. Orangnya lumayan asyik diajak ngobrol. Tak lama, kami dijemput Mas Neil untuk 'keliling' kota sebentar sambil cari oleh-oleh. Makan siang di Mie Titi...trus putar balik nganter Sena, kemudian baru cari toko yang pas deh buat beli oleh-oleh.
Tak lama ngubek-ngubek isi toko...akhirnya waktu pulalah yang memisahkan. Sekitar jam 3 sore, aku, Susy, Astrid, Maro plus Mas Riza dan Mas Neil harus meluncur ke Bandara lewat jalan tol yang cuma semenit...lancar banget. Ternyata pesawat sudah menunggu. Hanya satu doaku : "...Ya Allah selamatkanlah perjalanan pulang kami...". Makassar oh Makassar...aku pasti akan kembali. Jakarta...tunggu aku di kotamu. :-)
Dikisahkan oleh,
-Yassin Hidayat-
08:00 Posted in Curahan Hati | Permalink | Comments (0) | Email this
12/06/2005
Masihkah Kita Sebagai Bangsa Besar
Saya sempat kaget ketika membaca berita tentang niat
wapres Yusuf Kalla untuk melarang buku- buku karya
Sayyid Qutb dan Hasan Al-Banna beredar di Indonesia.
Dengan dalih dapat menebarkan pemikiran yang mengarah
dan mendorong kepada tindakan terorisme, statemen itu
pun dilontarkan oleh mantan Kepala BIN, A.M. Hendro
Priyono. Selain itu diserukan juga untuk melakukan
penelitian dan pengawasan terhadap kurikulum pesantren
dan juga para santrinya di Indonesia, tentu masih
dengan alasan dan isu yang sama.
Tragis benar nasib bangsa ini, memiliki pemimpin yang
tak pernah membaca sejarah dengan baik, bagaimana
negeri ini didirikan. Bagaimana negeri ini ketika
masih berusia belia dibela mati- matian eksistensinya
oleh para pejuang dan pahlawan.
Segera setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan
di Jakarta, maka dilakukan upaya oleh para founding
father kita agar negara muda yang bernama Indonesia
mendapat pengakuan oleh dunia. Hal ini semata- mata
dilakukan karena negara Indonesia tidak akan memiliki
posisi yang kuat hanya ketika ia eksis secara
internal, namum ia juga harus diakui secara resmi oleh
dunia internasional.
Para pelajar sekolah dasar kita tentu sangat hafal
siapa negara pertama yang mengakui secara resmi
kemerdekaan Indonesia. Negara itu adalah Mesir, negara
terkemuka di timur tengah yang mengakui secara resmi
kemerdekaan negara Indonesia yang saat itu masih belum
genap setahun usianya. Tindakan Mesir ini diikuti oleh
negara- negara Timur Tengah lainnya. Mereka melakukan
hal ini didorong dan dilatarbelakangi oleh ikatan
ukhuwah Islamiyah, karena Indonesia merupakan negeri
muslim terbesar di dunia.
Saudara- saudara kita di timur tengah telah melakukan
hal besar ini, jauh hari sebelum negara- negara barat
mengakui eksistensi kita sebagai sebuah bangsa dan
negara yang merdeka.
Sejarah masih mencatat dengan jelas, bahwa pengakuan
pemerintah Mesir ini tidak terlepas dari peran Ustadz
Hasan Al-Banna pendiri dan pemimpin Ikhwanul Muslimin,
organisasi massa yang saat itu memiliki pengaruh
sangat kuat di Mesir. Hal inilah yang menyebabkan
diutusnya KH. Agus Salim oleh Bung Karno untuk secara
resmi mengucapkan terima kasih atas nama bangsa
Indonesia kepada negara dan rakyat Mesir dan secara
khusus kepada Ustadz Hasan Al-Banna dan Ikhwanul
Muslimin.
Tak cukup hanya itu, sebagai bentuk solidaritas dan
perwujudan ukhuwah atas negeri kaum muslimin terbesar
di dunia ini, para anggota Ikhwanul Muslimin melakukan
aksi pencegatan yang heroik terhadap kapal- kapal
Belanda yang hendak menuju Indonesia yang melalui
terusan Suez. Kita tahu bahwa setelah kemerdekaan dan
Jepang menyerah kalah kepada sekutu, Belanda masih
mengklaim bahwa Nusantara masih merupakan negara
jajahannya. Sehingga mereka mengirimkan tentara yang
membonceng tentara sekutu ke Indonesia. Peristiwa ini
kita kenal dengan agresi militer Belanda I dan II.
Apakah kita ingin disebut sebagai bangsa yang tak tahu
balas budi, bila sekarang ini para pemimpin kita ingin
melarang karya orang- orang yang sangat berjasa kepada
negara ini? Yang kita sebagai rakyat, bangsa dan
negara ini patut mencatatnya sebagai hutang yang boleh
jadi takkan pernah terbayarkan?
Masih segar juga dalam ingatan kita ketika membaca
diktat-diktat sejarah dulu di bangku sekolah. Umat
Islam yang dimotori oleh para kiai dan ulama adalah
garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan
kemerdekaan bangsa ini. Negara ini tidak akan pernah
lupa bahwa ia berdiri diatas pengorbanan dan tumpahan
darah ribuan para santri, syuhada, ulama dan pahlawan.
Seperti halnya tokoh- tokoh ulama yang kita kenal
dalam skop nasional yang melakukan perlawanan heroik,
maka di setiap daerah juga tercatat bagaimana peran
ulama dan pesantren sebagai pelopor perlawanan
terhadap kezaliman penjajah saat itu.
Sejarah juga mencatat, bagaimana pertempuran heroik di
Surabaya pada 10 Nopember 1945 akhirnya menyadarkan
sekutu bahwa Indonesia masih eksis. Pertempuran itu
membawa korban tewasnya pemimpin pasukan sekutu,
Jendral Mallaby dari Inggris, dan akhirnya
mengantarkan Indonesia pada babak baru perlawanan
terhadap upaya penjajahan kembali Indonesia.
Perlawanan heroik dari arek-arek Suroboyo itu tak akan
pernah terwujud bila tak ada motivasi luar biasa yang
berasal dari seruan jihad melawan kaum penjajah zalim
oleh seorang tokoh pejuang legendaris Bung Tomo.
Dengan kumandang takbir Bung Tomo melalui radio telah
mengobarkan semangat perjuangan arek-arek Suroboyo.
Bung Tomo menyerukan bahwa berjuang melawan agresi
sekutu saat itu tidak lain adalah jihad fisabilillah
untuk membela negara dan agama.
Negara ini berhutang demikian besar kepada pesantren
dan umat Islam. Dan boleh jadi tak akan pernah ada
Indonesia yang merdeka dan berdaulat tanpa mereka.
Maka sekarang pantaskah negara kita hendak mengucilkan
dan mencurigai pesantren yang telah berjasa besar pada
bangsa dan negara ini?
Kita harus selalu mengingat dan mengingatkan kepada
siapapun yang lupa terhadap fakta- fakta penting ini.
Termasuk kepada para pemimpin kita sekarang ini yang
sedang lupa. Agar bangsa ini bisa menjadi bangsa besar
yang tak lupa kepada para pahlawannya.
Wallahu’alam bishowab.
Mulyosari,121205
Adhe Priyambodo
07:40 Posted in Artikel Lepas | Permalink | Comments (0) | Email this
Jangan Panik, Demam Bukan Penyakit
Jangan Panik, Demam Bukan Penyakit
05/12/2005 09:12 WIBeramuslim - Banyak orang tua panik ketika mengetahui anaknya menderita demam. Berbagai cara pun ditempuh untuk mengusir demam tersebut, mulai dengan kompres atau diminumi anti-biotik. Padahal demam hanyalah gejala, bukan penyakit.
Secara garis besar, demam bisa diakibatkan oleh infeksi, bisa juga bukan infeksi. Pada bayi dan anak penyebab utama demam umumnya infeksi, terutama infeksi virus. Ketika terserang infeksi, tubuh berusaha membasmi infeksi itu dengan mengerahkan sistem imun (sistem kekebalan tubuh yang ada dalam tubuh).
Sel darah putih dan semua perangkatnya bekerja keras menghancurkan penyebab infeksi, membentuk antibodi untuk menetralkan musuh, serta membentuk demam. Kehadiran sang demam akan membantu membunuh virus, karena virus tidak tahan suhu tinggi. Sebaliknya, virus akan tumbuh subur di suhu rendah.
Dunia kedokteran membuktikan, pada umumnya demam bukan kondisi yang membahayakan serta mengancam keselamatan jiwa. Beberapa kepustakaan kedokteran menulis, demam merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk memerangi infeksi. Ia ibarat alarm yang memberitahukan bahwa sesuatu tengah terjadi di dalam tubuh. Tubuh kita dilengkapi berbagai sistem pengaturan canggih, termasuk pengaturan suhu tubuh. Manusia memiliki pusat pengaturan suhu tubuh (termostat), terletak di bagian otak yang disebut dengan hipotalamus. Pusat pengaturan suhu tubuh itu mematok suhu badan kita di satu titik yang disebut set point.
Hipotalamus bertugas mempertahankan suhu tubuh agar senantiasa konstan, berkisar pada suhu 37°C. Itu sebabnya, di mana pun manusia berada, di kutub atau di padang pasir, suhu tubuh harus selalu diupayakan stabil, sehingga manusia disebut sebagai makhluk yang mumpuni. Termostat hipotalamus bekerja berdasarkan asupan dari ujung saraf dan suhu darah yang beredar di tubuh. Di udara dingin hipotalamus akan membuat program agar tubuh tidak kedinginan, dengan menaikkan set point alias menaikkan suhu tubuh. Caranya dengan mengerutkan pembuluh darah, sehingga badan menggigil dan tampak pucat.
Sedangkan di udara panas, hipotalamus tentu saja harus menurunkan suhu tubuh untuk mencegah heatstroke. Caranya dengan mengeluarkan panas melalui penguapan. Pembuluh darah melebar, pernapasan pun menjadi lebih cepat. Makanya, pada saat kepanasan, selain berkeringat, kulit kita juga tampak kemerahan (flushing). Salah kaprah lainnya, banyak orangtua yang menentukan anaknya demam atau tidak hanya berdasarkan perabaan tangan. Padahal, anak bisa saja teraba hangat kalau ia habis bermain di tempat panas; di lain pihak, anak teraba dingin (seperti tidak demam) ketika dia mengalami renjatan atau shock, semisal dengue shock syndrome.
Ketika demam, otak mematok suhu di atas set point normal, yaitu di atas 38°C. Dengan menggunakan termometer, anak dinyatakan demam jika suhu tubuhnya 38°C (diukur di rektum atau ujung usus besar, termometer dimasukkan melalui anus), 37,5°C apabila diukur di mulut, serta 37,2°C jika diukur di ketiak. Akibat tuntutan peningkatan set point, tubuh akan memproduksi panas. Proses pembentukan panas itu terdiri dari tiga fase. Pertama, menggigil (berlangsung sampai suhu tubuh mencapai puncaknya), lalu suhu tubuh tetap tinggi untuk beberapa jam (fase kedua), dan suhu tubuh turun jadi normal atau mendekati normal (fase ketiga).
Satu lagi, makin tingginya suhu saat demam tidak menandakan penyakit yang lebih parah. Infeksi virus ringan, seperti selesma misalnya, bisa menyebabkan demam yang cukup tinggi. Di lain pihak, bayi baru lahir dengan infeksi berat sekali pun bisa saja suhu tubuhnya tidak meningkat atau hanya sedikit peningkatannya. Jadi, jangan gampang dibuat panik oleh demam. (to/snr)
05:39 Posted in Info Sehat | Permalink | Comments (0) | Email this
12/02/2005
Kisah Dari Negeri Yang Menggigil
(untuk adinda: Khaerunisa)
Kesedihan adalah kumpulan layang-layang hitam
yang membayangi dan terus mengikuti
hinggap pada kata-kata
yang tak pernah sanggup kususun
juga untukmu, adik kecil
Belum lama kudengar berita pilu
yang membuat tangis seakan tak berarti
saat para bayi yang tinggal belulang
mati dikerumuni lalat karena busung lapar
: aku bertanya pada diri sendiri
benarkah ini terjadi di negeri kami?
Lalu kulihat di televisi
ada anak-anak kecil
memilih bunuh diri
hanya karena tak bisa bayar uang sekolah
karena tak mampu membeli mie instan
juga tak ada biaya rekreasi
Beliung pun menyerbu
dari berbagai penjuru
menancapi hati
mengiris sendi-sendi diri
sampai aku hampir tak sanggup berdiri
: sekali lagi aku bertanya pada diri sendiri
benarkah ini terjadi di negeri kami?
Lalu kudengar episodemu adik kecil
Pada suatu hari yang terik
nadimu semakin lemah
tapi tak ada uang untuk ke dokter
atau membeli obat
sebab ayahmu hanya pemulung
kaupun tak tertolong
Ayah dan abangmu berjalan berkilo-kilo
tak makan, tak minum
sebab uang tinggal enam ribu saja
mereka tuju stasiun
sambil mendorong gerobak kumuh
kau tergolek di dalamnya
berselimut sarung rombengan
pias terpejam kaku
Airmata bercucuran
peluh terus bersimbahan
Ayah dan abangmu
akan mencari kuburan
tapi tak akan ada kafan untukmu
tak akan ada kendaraan pengangkut jenazah
hanya matahari mengikuti
memanggang luka yang semakin perih
tanpa seorang pun peduli
: aku pun bertanya sambil berteriak pada diri
benarkah ini terjadi di negeri kami?
Tolong bangunkan aku, adinda
biar kulihat senyummu
katakan ini hanya mimpi buruk
ini tak pernah terjadi di sini
sebab ini negeri kaya, negeri karya.
Ini negeri melimpah, gemerlap.
Ini negeri cinta
Ah, tapi seperti duka
aku pun sedang terjaga
sambil menyesali
mengapa kita tak berjumpa, Adinda
dan kau taruh sakit dan dukamu
pada pundak ini
Di angkasa layang-layang hitam
semakin membayangi
kulihat para koruptor
menarik ulur benangnya
sambil bercerita
tentang rencana naik haji mereka
untuk ketujuh kalinya
Aku putuskan untuk tak lagi bertanya
pada diri, pada ayah bunda, atau siapa pun
sementara airmata menggenangi hati dan mimpi.
: aku memang sedang berada di negeriku
yang semakin pucat dan menggigil
(Abdurahman Faiz, 7 Juni 2005)
02:39 Posted in Kumpulan Puisi | Permalink | Comments (0) | Email this
12/01/2005
SIKAT GIGI IDEAL BUAT ANAK
SIKAT GIGI IDEAL BUAT ANAK
Kini banyak beredar aneka bentuk sikat gigi untuk anak-anak.
Sebenarnya, yang paling bagus yang mana, sih?
Sikat gigi, siapa yang tak kenal dengan benda ini. Setelah bangun tidur
dan sebelum pergi tidur, benda bergagang dan berbulu ini akan setia
"menyapu" kotoran yang menempel di gigi dan rongga mulut. Karena fungsinya
yang sangat penting inilah, kita semua membutuhkannya. Para produsen,
bahkan
berlomba-lomba menciptakan sikat gigi yang baik buat anak. Ada yang
menciptakan sikat dengan gagang melengkung, ada juga yang dengan bulu sikat
berbentuk zigzag, atau naik turun seperti gergaji. Kepala sikatnya pun
bermacam-macam, ada yang mengecil, membundar, dan ada yang datar. Bahkan
ada
juga yang kepala sikatnya memang berbentuk bulat agar bisa dioperasikan
dengan tenaga elektrik.
Semua bentuk inovasi dan modifikasi dalam sikat gigi ini, menurut drg.
Widijanto Sudhana, M.Kes., patut dihargai. Itu menandakan kepedulian
para produsen sikat gigi terhadap kualitas barang yang diproduksinya.
"Dengan produk yang menarik dan berkualitas, diharapkan masyarakat,
termasuk anak-anak, bisa terpacu untuk memelihara kesehatan gigi dan
gusinya."
Sikat gigi elektrik misalnya, yang kini sedang dipromosikan secara
luas, sebenarnya sudah diciptakan mulai tahun 70-an di Eropa dan Amerika.
Hanya saja saat itu promosi dan penggunaannya masih terbatas, karena
harganya yang mahal dan sejumlah kekurangan yang dimilikinya. Salah
satunya,
bulu sikatnya yang masih terasa kasar. Seiring dengan perkembangan
teknologi, kualitas sikat gigi ini pun semakin meningkat. Begitu juga
tingkat ekonomi masyarakat, tak heran bila kini sikat gigi tersebut banyak
"dilirik" konsumen.
MEMILIH SIKAT GIGI
Sikat gigi dikatakan ideal bila memenuhi beberapa syarat, yaitu:
* Ukuran sikat harus mampu menelusuri bagian-bagian dalam mulut sampai
gigi bagian belakang. Untuk anak, karena ukuran rongga mulutnya
sangatlah kecil, maka sebaiknya bentuk kepala sikatnya juga kecil dan
pipih,
sehingga bisa menjangkau lorong gigi anak yang sangat sempit.
Kemudian, bulu sikat hendaknya lembut, tapi kuat. Bila ada anggapan
bahwa bulu sikat yang kasar atau kaku dianggap lebih efektif membersihkan
kotoran dan plak ketimbang bulu sikat yang halus, itu tidak benar.
* Bulu sikat gigi yang kasar bisa menyebabkan kerusakan gusi, terutama
gusi yang berbatasan langsung dengan gigi atau yang lazim disebut
dengan leher gigi. "Leher gigi ini sangat sensitif terhadap gesekan-gesekan
mekanis. Jadi, jika gigi disikat terlalu kasar, bisa jadi leher gigi anak
cepat rusak. Dampaknya, bisa menyebabkan infeksi dan kelainan gusi." Gusi
yang rusak membuat umur gigi tidak berumur panjang. Gigi akan mudah goyang
dan akhirnya satu per-satu akan tanggal terkena infeksi. Gusi ibarat
pondasi
sebuah bangunan. Sementara gigi adalah bangunannya. Jadi, meski bangunan
tersebut dibuat dari bahan yang kuat dan berkualitas, tidak akan ada
artinya
jika pondasinya sendiri keropos.
Pondasi yang kuat juga akan sia-sia jika bangunan yang dibuat tidak
kokoh. Jadi, baik gigi maupun gusi harus sama-sama saling menguatkan.
"Itulah mengapa, penggunaan sikat gigi yang benar berkaitan dengan
pencegahan kerusakan gigi dalam jangka panjang."
Tidak hanya itu, email gigi yang terletak di leher gigi pun bakalan
ikut rusak. Penipisan email gigi ini akan menyebabkan gigi kerap mengalami
gangguan, seperti ngilu dan nyeri. Hal ini terjadi karena rusaknya email
turut merusak pelindung syaraf gigi. Jika tidak ditangani secara serius,
lambat laun gigi akan membusuk dan tanggal. Menurut staf pengajar di
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta ini, masalahnya
kebiasaan menggunakan sikat gigi berbulu kaku itu akan terbawa pula hingga
anak dewasa.
* Sikat gigi harus mampu memijat gusi. Gusi merupakan jaringan lunak
yang harus dijaga kekuatan dan kebersihannya. Itulah mengapa, kita
sebaiknya menjaga peredaran darah di gusi tetap lancar. Caranya, dengan
melakukan pemijatan di areal gusi lewat sikat berbulu lembut tadi. "Dengan
pemijatan teratur setiap hari, maka otot-otot dan peredaran darah di gusi
menjadi semakin lancar. Gusi pun menjadi kuat," tambah kandidat doktor di
Universitas Airlangga Surabaya ini.
* Sikat gigi standar yang banyak beredar di pasaran dengan bulu yang
rata, tangkai yang lurus, dan kepala yang lancip juga mampu berperan
optimal dalam membersihkan kotoran dan plak di dalam gigi. Bentuk seperti
ini juga mudah digunakan dan dikendalikan saat menyikat.
Yang terpenting, lanjut Widijanto, ukuran dan bulu sikat sesuai
standar. "Namun, bentuk kepala sikat, tangkai, maupun bulunya, tidak akan
berarti jika kita tidak tahu cara menggosok gigi yang baik dan benar."
KAPAN GANTI SIKAT GIGI
Sikat gigi harus diganti di antaranya bila bulu sikat rontok, rusak
atau melebar sehingga tidak nyaman atau tidak efektif lagi digunakan
sebagai sikat gigi. Jika pemakaiannya dilakukan dengan baik, tidak kasar,
maka umur sikat gigi biasanya bisa panjang. Tapi jika penggunaannya
sembarangan, umurnya pun biasanya relatif pendek.
Ada beberapa sikat gigi dengan merek tertentu menggunakan helm sebagai
pelindung kepala sikatnya. Hal ini jelas cukup berdampak positif,
karena dengan helm tersebut, kebersihan sikat gigi bisa lebih terjamin.
"Namun kalau tak pakai helm pun tak apa. Jika kita ragu pada kebersihan
sikat gigi, kita bisa mencucinya terlebih dahulu dengan menggunakan air
yang bersih."
Selain itu, usahakan agar setiap anak memiliki sikat gigi
masing-masing. Jangan pernah memakai sikat gigi orang lain. "Karena
pemakaian sikat bersama bisa menyebabkan penularan penyakit, seperti flu,
hepatitis, TBC."
KEUNGGULAN SIKAT GIGI ELEKTRIK
1. Gerakan sikat yang memutar
Gerakan sikat yang otomatis memutar efektif dalam membersihkan kotoran
dan plak pada gigi. Jika pengguna meletakkan sikat tersebut dengan
benar, tidak hanya gigi saja yang dibuat bersih, getaran-getaran
(vibration) yang diakibatkan oleh sikat juga membuat gusi ikut terpijat
olehnya.
2. Bentuk kepala sikat yang kecil
Bentuk kepala sikat seperti ini membuat kotoran yang berada di rongga
mulut yang sempit dan sulit dijangkau bisa dibersihkan.
3. Adanya semprotan air
Semprotan air ini juga sangat membantu untuk mengeluarkan
kotoran-kotoran yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.
4. Tidak perlu tenaga banyak
Dengan bantuan tenaga baterai, sikat gigi ini jelas lebih nyaman
digunakan karena tidak memerlukan tenaga yang cukup banyak kala menyikat
gigi.
"Jadi, tidaklah salah jika mereka mengklaim bisa membersihkan kotoran
dan plak hingga 80%. Namun harganya juga tak murah," komentar Widijanto.
AJARKAN SIKAT GIGI SEJAK DINI
Yang jelas, seperti dikatakan Widijanto, anak harus dikenalkan pada
sikat gigi sejak gigi susunya mulai tumbuh. "Meski masa tumbuh gigi pada
setiap anak bervariasi, tapi biasanya saat usianya menginjak 2,5 atau 3
tahun, gigi susunya yang berjumlah 20 sudah tumbuh lengkap. Saat itulah
anak
sudah bisa diperkenalkan dengan sikat gigi mini yang lembut dan cocok
baginya."
Namun sebuah riset mengatakan, mengajarkan anak menggosok gigi sama
halnya dengan mengajarkan mandi. Sejak bayi dilahirkan, ia harus mandi
secara rutin dan teratur. Jadi, menggosok gigi juga harus sudah dimulai
saat bayi keluar dari rahim sang ibu. "Meskipun saat itu bayi belum
mengonsumsi makanan padat, tapi setelah menyusui, tetap saja gusinya harus
dibersihkan."
Memang, membersihkan gusi di usia bayi berbeda dengan orang dewasa.
Membersihkan gusi pada bayi cukup dengan kain kasa bersih yang sudah
dicelupkan ke air yang matang, lalu digosokkan pada gusi sang bayi. Akhiri
dengan proses pembilasan lewat pemberian air mineral pada sang bayi.
Jika tindakan tersebut dilakukan secara terus-menerus, maka tindakan
tersebut akan menetap dan menjadi kebiasaan. "Kebiasaan itulah yang
menyebabkan anak terkondisikan agar giginya senantiasa bersih. Yang
terpenting adalah instingnya yang kita asah. Dengan cara ini, secara
naluriah anak akan merasa tidak enak jika sesudah bangun pagi atau sebelum
tidur tidak menggosok gigi." Rutinitas ini juga akan membantu anak untuk
bisa menyikat gigi dengan baik dan benar, yaitu gigi bersih dan bebas dari
kotoran serta plak. Disamping itu, proses pembersihannya tidak merusak gusi
atau email gigi.
Kemampuan anak untuk menyikat dengan baik dan benar sangatlah relatif,
tergantung bagaimana peran orang tua ataupun guru dalam mengajarkannya.
"Jadi, orang dewasa pun harus tahu terlebih dahulu bagaimana menyikat
gigi yang baik dan benar tersebut."
Penting diperhatikan, hingga anak berusia lima tahun, orang tua harus
tetap mengawasi aktivitasnya saat menyikat gigi. Sebabnya, hingga usia
ini anak belum bisa melakukannya dengan baik dan benar. "Namun, bukan
berarti orang tua mesti membantu menggosok gigi anaknya terus-menerus.
Biarkan anak menggosok gigi sendiri sembari diawasi orang tua."
AGAR ANAK SUKA MENGGOSOK GIGI
Berikut tips dari Widijanto agar anak suka menyikat gigi:
1. Libatkan anak saat membeli sikat dan pasta gigi kesukaannya.
Sesuaikan ukuran sikat dengan ukuran rongga mulut anak.
2. Carilah pasta gigi yang aman buat anak. Banyak pasta gigi dengan
rasa buah-buahan, yang mengandung bahan yang aman jika tertelan si kecil.
3. Agar anak bisa melihat dirinya saat menggosok gigi, pasang cermin di
kamar mandi.
4. Siapkan segelas air hangat untuk berkumur-kumur. Ada beberapa anak
yang cepat merasa ngilu dengan air dingin. Menurut Widijanto, sebenarnya
fenomena berkumur selepas sikat gigi masih menjadi kontroversi. Pihak yang
yang tidak setuju beralasan, jika setelah menyikat gigi cepat-cepat
berkumur
maka efektivitas fluor menjadi berkurang. Pasalnya, kandungan fluor yang
terdapat pada pasta gigi dan menempel pada gigi saat disikat, akan mudah
tersapu kembali oleh air saat berkumur. "Saya berpendapat, sebaiknya anak
hanya berkumur sekali saja, tidak usah berkali-kali agar fluor masih bisa
menempel di gigi."
Obat kumur sebenarnya hanya menjadi pelengkap setelah bersikat gigi
sebagai alternatif penyegar mulut. Jadi, membersihkan gigi tidak bisa
digantikan dengan obat kumur.
5. Sediakan handuk yang dapat digunakan untuk membersihkan bibir
setelah menyikat gigi.
6. Berikan pujian padanya setelah "menyelesaikan tugas tersebut". Hal
ini akan membuatnya ingin melakukan kegiatan sikat gigi.
CARA MEMBERSIHKAN GIGI YANG BENAR
Inilah langkah-langkah yang diberikan Widijanto:
1. Usahakan air yang digunakan untuk menggosok gigi benar-benar bersih.
2. Gerakan yang benar saat menggosok adalah dengan rumus FRTW (From Red
To White). Artinya, gerakan menyikat mulai dari gusi yang berwarna
merah ke gigi yang berwarna putih. Gerakan diusahakan bergerak ke satu
arah, dari atas ke bawah untuk gigi atas atau sebaliknya untuk gigi bagian
bawah. Gerakan dua arah menyebabkan kotoran yang tersapu akan balik
kembali.
3. Buatlah gerakan seolah-olah mengeluarkan kotoran dari sela-sela
gigi. Gosoklah semua permukaan gigi, mulai dari gigi bagian luar, tengah,
dan bagian dalam.
4. Jangan lupa, gosok pula gusi secara lembut dengan sikat.
5. Gunakan cermin sebagai alat bantu saat menggosok gigi. Jika hanya
mengandalkan perasaan dan kebiasaan saja, sulit untuk mencapai hasil yang
optimal.
6. Lidah tidak perlu dibersihkan oleh sikat. Lidah memiliki mekanisme
pembersihan tersendiri. Secara otomatis, jaringan-jaringan lunak yang
ada di lidah akan berganti setiap harinya. Ibarat kulit manusia yang
selalu mengalami pergantian dalam waktu tertentu.
Lidah juga bukan tempat bersarangnya plak atau kuman. Kecuali jika
lidah tersebut terluka, kuman dan bakteri bisa masuk ke dalamnya. "Jika pun
ada bintil-bintil putih di lidah, itu bukanlah kotoran, melainkan warna
lidah memang seperti itu."
DENTAL FLOSS (DF) TAK COCOK BUAT ANAK
Tidak semua bagian gigi bisa tersapu bersih oleh sikat gigi, karena itu
pemakaian DF juga amat penting untuk membersihkan daerah2 yang sulit
dijangkau oleh sikat gigi, terutama daerah-daerah antara gigi
(interdental) juga gigi-gigi yang berjejal.
DF merupakan benang gigi yang dirancang khusus. Dibuat dari serat nylon
yang dilapisi lilin sehingga kuat, elastis, dan tidak mudah rusak. Juga
tidak akan merusak gusi jika digunakan secara benar.
Nah, meski penting, Widijanto tidak menganjurkan penggunaan DF ini
untuk anak-anak. Bagaimanapun letak antar gigi anak masih jarang, sehingga
penggunaan DF tidak efektif. Dengan sikat gigi biasa pun gigi anak sudah
bisa dibersihkan. "Selain itu, pemakaian DF pun tidak bisa
sembarangan, karena jika sembrono gusi juga bisa rusak."
DF baru bisa dikenalkan pada anak-anak remaja atau praremaja, karena
selain susunan gigi mereka sudah rapat, mereka juga sudah bisa
menggunakan DF secara baik dan benar.
Saeful Imam. Foto: Vitri/nakita
11:28 Posted in Info Sehat | Permalink | Comments (0) | Email this


