09/29/2006

Tanpa Judul

09:00 Posted in Tausyiah | Permalink | Comments (0) | Email this

09/25/2006

Masjid Kembali Bersinar

Ramadhan kembali menyapa

Siapkan diri, siapkan hati

Menuju insan yang suci

Dari nafsu duniawi

 

Ramadhan kembali menyapa

Masjid kembali bersinar

Jamaah bershaf-shaf mengular

Amal kebaikan ditebar

 

Ramadhan kembali menyapa

Bulan rahmat nan berkah

Sarat makna penuh hikmah

Bagi orang-orang yang isitiqomah

 

Namun berapa banyak orang berpuasa

Hanya merasakan lapar dan dahaga

Jauh dari nuansa bahagia

Malah semakin tersiksa

 

Adakah kita satu diantara

Orang yang bahagia sambut ramadhan

Atau mungkinkah kita satu diantara

Orang yang tersiksa karenanya

 

 

 

 

 

09/20/2006

TOKO ABINYA

medium_Model_Sepatu_Outlook-1.jpgAlhamdulilah...akhirnya aku jadi buka toko juga. Toko Abinya ? hehe...it sounds nice and different. at least, menurut aku sendiri yang ngasih nama. Belum resmi sih, baru ancang-ancang saja mau dikasih nama apa toko itu. Paling nggak, aku bisa bernapas sedikit lega karena satu tahapan dari rencana jangka panjang telah berhasil kulewati....

Rencana Jangka Panjang ? hehe...kayak pembangunan Indonesia aja. Gpplah, niru-niru dikit, tokh emang pada akhirnya kita mesti menentukan tujuan tertentu kan, mau dijadikan seperti apa kehidupan ekonomi ini nantinya, apa selamanya jadi pegawai kantoran atau pilih berwirausaha mandiri, itu adalah pilihan. Sudahlah, panjang ceritanya kalo membahas hal yangh satu ini. Back to toko Abinya...

Buat yang pengen tahu, toko Abinya itu sebetulnya adalah singkatan dari nama saya, istri dan anak. Yah, dipas-pasin aja deh biar nyambung. Lagian nama itu kan jarang kedengeran. Untuk saat ini, toko Abinya menyediakan aneka produk sepatu dan tas yang dijual secara grosir juga eceran. Karena itu, hari-hari belakangan ini saya disibukkan juga dengan survey ke beberapa produsen sepatu untuk mendapatkan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Beneran, toko Abinya berisi sepatu dan tas berkualitas dengan harga terjangkau. Bisa dibeli grosiran, eceran juga boleh. Bahan dan model bagus-bagus, fashioned banget deh. hehe...jadi promosi gini yah. Gpp kan sekalian, kan di blog sendiri ini...penasaran ? makanya datang ramai-rami ke Pusat Grosir Metro Tanah Abang Lt. LG ( Basement ) No. 78. Pokoke, deket pintu masuk Kebon Kacang I, ada tangga menuju basement, nah ubek-ubek deh toko-toko disitu...

Tapi, kok sepatu dan tas sih ? Bukannya selama ini sudah nyemplung juga ke bazaar dan pameran berbisnis garmen/jilbab ? yap, hanya tekad dan semangat untuk berubah saja yang menentukan mengapa saya ambil keputusan ini. Seperti yang sering saya katakan sebelumnya, bahwa ibarat masuk hutan, kali ini benar-benar gelap gulita dan pekat. Tapi saya tidak ingin menjadikan itu halangan. Tapi bukan berarti tanpa perhitungan dan strategi lho...kalo yang ini sih tetap penting kan. Ngapain juga nyebur ke jurang ? hehe.. semoga tidak...

Pokoknya begitulah. Biarlah saat ini saya menikmati proses perubahan ini, perubahan pola pikir, perubahan paradigma dan mind set bahwa rejeki Allah itu Maha Luas. Saya percaya saja dengan usaha, doa dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, insyaALLAH suatu saat akan ketemu jalannya. Saya tidak ingin selamanya 'stag' seperti saat ini. 'Stag' ? you know that lah...it's my private reason, not for public consume. hehe.

 

09/12/2006

Metro Tanah Abang II

Bikin cerita lagi ah...kali ini masih seputar kios di Metro Tanah Abang. Entah mengapa, akhir-akhir ini pikiranku terfokus pada hal yang satu ini...bukan apa-apa, aku pikir ini harus digarap serius jika ingin segera berproses dan menuju sukses...insyaAllah. Kupikir, ini hanyalah sebagian kecil ikhtiar untuk menjemput rejeki, tokh kita sendiri tidak tahu rejeki kita ada dimana. Yang penting, ikhtiar sambil terus berdoa....subhanallah.

Namun, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Karena ini penawaran spesial -- tidak semua orang bisa mendapatkan akses informasi ada tawaran kios gratis di daerah tanahabang -- maka ada sejumlah 'konsekuensi' tertentu. Mulai dari permodalan, tenaga hingga ke pembukaan kios. Adalah Pak Haji Alay -- yang telah lama dikenal sebagai seorang saudagar kaya yang cukup disegani karena kepiawaiannya berdagang bertahun-tahun ) menawarkan bagi siapa saja dari komunitas TDA yang berminat untuk buka kios di Metro Tanah Abang. Dan kios ini diperuntukkan untuk produk sepatu, untuk awalnya hanya 10 kios dulu...

Tanpa pikir panjang, langsung kusambut tawaran ini dan mulailah aku bergelut dengan sejumlah kegiatan-kegiatan demi terwujudnya pembukaan kios tersebut dalam waktu dekat. Mulai dari pengundian nomor kios hingga survey ke produsen sepatu. Namun tampaknya, hal ini kurang diikuti oleh peserta yang lain. Aku mafhum bahwa sebagian besar dari kita adalah masih bekerja formal, termasuk diri ini -- namun mestinya itu tidak bisa dijadikan ' excuse'. Okelah, masing-masing kita mempunyai jadwal yang sangat padat setiap pekannya, namun tentu semuanya ada skala prioritas. Mana yang bsia digeser, mana yang sebaiknya didahulukan. Dari awal aku sudah berkomitmen dalam diri, bahwa kali ini aku harus bisa...jauh sebelum ini aku sangat merindukan untuk memiliki kios sendiri yang bisa dijadikan sandaran usahaku kelak. Aku sadar sesadar-sadarnya bahwa ini adalah proses yang sangat panjang dan belum tentu sukses dalam perjalanannya. Namun, kukembalikan lagi bahwa semua ini hanyalah ikhtiar untuk menjemput rejeki dan berubah menjadi lebih baik lagi...insyaAllah.

 

09/04/2006

Metro Tanah Abang

...." Buat yang mau Action : Ditawarkan 10 kios gratis di Pusat Grosir Metro Tanah Abang, penawaran terbatas...."

Dezigh !! Seketika aku terpana melihat barisan kata-kata tersebut dalam sebuah milis komunitas TDA yang belakangan semakin akrab saja mengisi setiap detik demi detik berlalu disela-sela rutinitas pekerjaan. Komunitas inilah yang pelan namun pasti mengubah pola pikirku selama ini mengenai apa itu arti rejeki dan uang. Apa itu kebersamaan, sinergi dalam bisnis, sambil tak lupa memupuk semangat untuk saling membantu dan memberikan nilai lebih bagi orang lain. Setelah sebelumnya sempat gamang apa yang harus dilakukan setelah sempat 'terpuruk' dan stag sebentar karena gagal membangun cikal bakal imperium bisnis, alhamdulilah pada akhirnya kutemukan komunitas ini...

Saat itu juga langsung kuhubungi si pengirim email untuk info lebih lanjut. Ternyata yang ditawarkan adalah khusus kios sepatu. Wah ? Bukan saja pengalaman yang nol besar untuk ini, tapi juga modal, pasar, dsb aku sangat-sangat buta sama sekali dengan bisnis persepatuan ini. Ibarat masuk hutan belantara, kali ini gelap gulita, pekat...

Namun, the show must go on. Keputusan harus segera diambil karena sayang jika kesempatan ini dilewatkan begitu saja. Bismillah saja, sambil terus berusaha tetap berdoa semoga Allah berkenan memberikan jalan dan kemudahan kepada kami. Kemudian tak lama kusimak di milis, namaku sudah terdaftar sebagai orang yang pertama berminat untuk kios tersebut. Bismillah...

Sabtu pagi, aku, Istri plus Syahid anakku survey ke lokasi. Berboncengan bertiga, kami susuri jalanan Jakarta hingga sampai ke sebuah gedung putih di pojok jalan Wahid Hasyim Tanah Abang. Wah, ramai sekali kendaraan lalu lalang. Tanah Abang gitu lho...emang terkenal kan sebagai pusat grosir. Cari parkiran di dalam gedung, terus melaju hingga ke lantai tujuh...ck-ck..lumayan nih ngabisin bensin, batinku.

Lihat-lihat sekeliling, tempat parkir telah penuh dengan mobil dan motor. Wah, berarti pengunjungnya lumayan nih. Lalu kami cari tokonya Pak Hasan di lantai 4 yang sebelumnya sudah jualan produk jaket. Sudah ada peserta yang lain, hingga menjelang siang semua sudah berkumpul di tokonya Pak Hasan dan Mas Khairul. Hingga tibalah saatnya kami bertemu dengan Pak Haji Alay...

Subhanallah, melihat pembawaan beliau yang tenang namun tegas, kami sungguh takjub dibuatnya. Kios-kios di gedung ini juga sebagian miliknya dan beliau tak segan-segan mengundang orang lain untuk bekerjasama dengannya. Sakah satunya lewat kios-kios di lantai basement ini...Memang sih, saat ini kios-kios tersebut masih sepi dan banyak yang kosong. Namun Pak Haji meyakinkan, jika kita tidak menciptakan gula untuk mendatangkan semut-semut, ya pasti akan tetap seperti ini jadinya. ( sepi maksudnya ). Karenanya, Pak Haji mengajak kami semua untuk turut serta meramaikan kios-kios ini dan mulai berjualan didalamnya. Tidak usah takut dengan kondisi sepi, modal, koneksi ke supplier,dsb...insyaAllah ada banyak jalan untuk itu. Kemudian beliau menyebut beberapa nama dan tempat yang bisa dijadikan referensi plus tips-tips seputar dunia dagang. Kata beliau, dagang itu sangat erat kaitannya dengan feeling/intuisi...

Kurasa semua sepakat bahwa yang hadir saat itu langsung 'terbakar' dengan briefing singkat dari Pak Haji tersebut. Seseorang yang murah senyum, baik hati dan gemar berbagi...akhirnya, diadakanlah pengundian untuk menentukan masing-masing stand kios...aku kebagian stand kios nomor 4, tak apalah, yang penting kan bukan letaknya, namun kegigihan kita untuk jemput bola dari pengunjung-pengunjung yang ada. Lalu kami disarankan untuk segera berkoordinasi untuk menentukan kapan mau buka kios dan serah terima kunci. Untuk masalah teknis, insyaAllah 3 bulan pertama tidak dikenakan biaya apapun kecuali listrik. Karena sebagian besar masih terbilang baru di bisnis persepatuan, maka diputuskan untuk mengunjungi para produsen sepatu yang bisa menjadi supplier di kios.

Yap, saatnya segera take double action...doakan semoga impian untuk segera memiliki kios sendiri dapat menjadi kenyataan...:-). Amin. Ya ALLAH berkahilah usaha kami....

Surat Amphibi

Surat seorang Amphibi di awal metamorfosisnya

(Saudara-saudaraku TDB…
Ketika Anda berniat untuk melompat menjadi TDA, bersiaplah untuk mengakrabi berbagai tantangan. Salah satu tantangan itu biasanya berasal dari orang yang paling dekat dengan Anda, yaitu pasangan (istri/suami) Anda sendiri. Mengapa...?. Karena dialah yang pertama akan menerima segala dampak yang muncul akibat keputusan Anda itu.
Sebagai pengalaman pribadi, untuk meneguhkan keyakinan Istri, berikut ini saya menulis surat padanya ketika awal-awal menjadi TDA...
Semoga bermanfaat...)


Istriku terkasih…
Maafkan Abi atas kekacaubalauan pikiran dan keadaan akhir-akhir ini…
Abi menyadari bahwa untuk kesekiankalinya lagi-lagi engkau jadi korban pertama keputusan-keputusan Abi.
Lagi-lagi Abi mohon pengertian dan permakluman Umi.
Untuk kesekian kalinya, Abi mohon diberi kesempatan
Untuk mencoba merubah keadaan yang bisa dikendalikan
Abi ingin mengoptimalkan kesempatan yang diberikan Allah
Dengan mengandalkan segala anugrah yang diberikan Allah pada diri Abi
Ijinkan Abi untuk memberi referensi yang berbeda bagi anak-anak kita
Agar mereka tumbuh dan berkembang dengan kesadaran keluasan anugerah Allah, kesadaran untuk berani mengambil risiko, kesadaran untuk berani mengambil keputusan dengan berfihak pada diri sendiri, kesadaran untuk berani mencoba, kesadaran untuk berani menghadapi ketakutan, kekhawatiran dan ketidakpastian.
Ijinkan Abi untuk menciptakan dunia kita sendiri, sekemampuan kita, sebesar harapan kita.
Tak ada janji yang dapat Abi berikan
Hanya saja, pengalaman-pengalaman kita selama ini telah membuktikan bahwa selama kita berani mengambil keputusan, selalu saja kita dapati hasil yang berbeda, hasil yang lebih baik. Meski selama menjalaninya kita harus bersusah payah, berkeluh kesah, melelahkan, menyita perhatian dan memerlukan pengorbanan.
Begitu banyak lembar-lembar kehidupan kita terisi dengan kesulitan, kesedihan, penderitaan dan kekurangan.
Tapi kita berhasil melaluinya, kemudian menjadikan semuanya sebagai kenangan manis sejarah kehidupan kita.

Istriku terkasih…
Abi sadar benar bahwa perjuangan ini begitu berat dan mempertaruhkan segala daya tahan Abi,
Namun keberadaanmu, sungguh jadi bagian besar dari keberanian Abi,
Daya dukungmu adalah tameng Abi melawan segala ketakutan dan kekhawatiran.

Istriku…
Hidup ini terlalu pendek untuk disia-siakan
Ijinkan Abi untuk mengisinya dengan hal-hal yang lebih baik, lebih besar dan lebih optimal.
Ijinkan Abi merangkai mimpi-mimpi dan harapan
Dan ijinkan Abi tuk menggapainya…


Jagorawi, 18 Pebruari 2006

 

09/01/2006

INGATLAH SELALU

Apa kabar sahabatku... ??
Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita
Sayapun yakin bukan karena apa - apa...
Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita

Satu hal sebagai bahan renungan kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang
Mauuut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak
saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok kita....
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih Kain
itu ...jarang orang
memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan Wewangian
ditaburkan ke baju
kita...
Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana
keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga Serta rasa
haru para handai
taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air
mawar..pengantar akhir kerinduan

dan akhirnya.... .
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan... .
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...

Dan Dia Kekasih itu..
Menetapkanmu ke syurga.. Atau melemparkan dirimu ke
neraka..
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi ....sudah pantaskah sikap kita selama
ini...
Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????

Sahabat...mohon maaf...jika malam itu aku tak
menemanimu
Bukan aku tak setia...
Bukan aku berkhianat.. ..
Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Tapi
percayalah.. .aku pasti kan mendo'akanmu. ..
Karena ...aku sungguh menyayangimu. ..
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo'a...semoga kau jadi ahli syurga. Amien

Sahabat..... , jika ini adalah bacaan terakhirmu Jika
ini adalah renungan
peringatan dari Kekasihmu Ambillah hikmahnya... ..
Tapi jika ini adalah salahku...maafkan aku....
Terlebih jika aku harus mendahuluimu. ...
Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu. ....
kalau tulisan ini ada manfaatnya.. ..
Silakan di print ou dan kau simpan sebagai renungan...
Siapa tahu ...suatu saat kau ingat padaku Dan...aku
tlah di alam lain....
Satu pintaku padamu...
Tolong do'akan aku....-

All the posts