(Saudara-saudaraku TDB…
Ketika Anda berniat untuk melompat menjadi TDA, bersiaplah untuk mengakrabi berbagai tantangan. Salah satu tantangan itu biasanya berasal dari orang yang paling dekat dengan Anda, yaitu pasangan (istri/suami) Anda sendiri. Mengapa...?. Karena dialah yang pertama akan menerima segala dampak yang muncul akibat keputusan Anda itu.
Sebagai pengalaman pribadi, untuk meneguhkan keyakinan Istri, berikut ini saya menulis surat padanya ketika awal-awal menjadi TDA...
Semoga bermanfaat...)
Istriku terkasih…
Maafkan Abi atas kekacaubalauan pikiran dan keadaan akhir-akhir ini…
Abi menyadari bahwa untuk kesekiankalinya lagi-lagi engkau jadi korban pertama keputusan-keputusan Abi.
Lagi-lagi Abi mohon pengertian dan permakluman Umi.
Untuk kesekian kalinya, Abi mohon diberi kesempatan
Untuk mencoba merubah keadaan yang bisa dikendalikan
Abi ingin mengoptimalkan kesempatan yang diberikan Allah
Dengan mengandalkan segala anugrah yang diberikan Allah pada diri Abi
Ijinkan Abi untuk memberi referensi yang berbeda bagi anak-anak kita
Agar mereka tumbuh dan berkembang dengan kesadaran keluasan anugerah Allah, kesadaran untuk berani mengambil risiko, kesadaran untuk berani mengambil keputusan dengan berfihak pada diri sendiri, kesadaran untuk berani mencoba, kesadaran untuk berani menghadapi ketakutan, kekhawatiran dan ketidakpastian.
Ijinkan Abi untuk menciptakan dunia kita sendiri, sekemampuan kita, sebesar harapan kita.
Tak ada janji yang dapat Abi berikan
Hanya saja, pengalaman-pengalaman kita selama ini telah membuktikan bahwa selama kita berani mengambil keputusan, selalu saja kita dapati hasil yang berbeda, hasil yang lebih baik. Meski selama menjalaninya kita harus bersusah payah, berkeluh kesah, melelahkan, menyita perhatian dan memerlukan pengorbanan.
Begitu banyak lembar-lembar kehidupan kita terisi dengan kesulitan, kesedihan, penderitaan dan kekurangan.
Tapi kita berhasil melaluinya, kemudian menjadikan semuanya sebagai kenangan manis sejarah kehidupan kita.
Istriku terkasih…
Abi sadar benar bahwa perjuangan ini begitu berat dan mempertaruhkan segala daya tahan Abi,
Namun keberadaanmu, sungguh jadi bagian besar dari keberanian Abi,
Daya dukungmu adalah tameng Abi melawan segala ketakutan dan kekhawatiran.
Istriku…
Hidup ini terlalu pendek untuk disia-siakan
Ijinkan Abi untuk mengisinya dengan hal-hal yang lebih baik, lebih besar dan lebih optimal.
Ijinkan Abi merangkai mimpi-mimpi dan harapan
Dan ijinkan Abi tuk menggapainya…
Jagorawi, 18 Pebruari 2006

