<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <?xml-stylesheet type="text/xsl" href="/rss20.xsl" media="screen"?> <rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"> <channel> <title>syahidfam - artikel_lepas</title> <description>Ahlan Wa Sahlan...</description> <link>http://syahidfam.blogspirit.com/artikel_lepas/</link> <lastBuildDate>Mon,  7 Jul 2008 00:56:52 +0200</lastBuildDate> <generator>blogSpirit.com</generator> <copyright>All Rights Reserved</copyright>  <item> <guid isPermaLink="true">http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/10/09/ramadhan-bulan-berbagi.html</guid> <title>Ramadhan, Bulan Berbagi</title> <link>http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/10/09/ramadhan-bulan-berbagi.html</link> <author>noreply@blogspirit.com (syahidfam)</author>   <category>Artikel Lepas</category>   <pubDate>Mon,  9 Oct 2006 05:15:00 +0200</pubDate> <description> Yap, benar. ( mestinya ) bulan penuh berkah ini menjadi ajang berbagi simpati dan peduli bagi sesama, lebih dari sekedar latihan menahan lapar dan dahaga. Karena apalah artinya berpuasa, namun masih tetap saja acuh pada lingkungan sekitar… Namun, alhamdulilah, banyak diantara kita yang sudah mulai tumbuh kesadaran untuk saling berbagi simpati. Ramadhan ini menjadi ajang perlombaan dalam berbuat kebaikan – berfastabiqul khairaat – demi mencapai derajat orang bertaqwa. Subhanallah, kita saksikan di setiap kesempatan di bulan ini, segelintir kelompok manusia berpeluh-peluh membagikan sebingkah kebahagiaan berupa pakaian-pakaian bekas, paket sembako, dan lainnya bagi kaum yang kurang beruntung. Merinding menyaksikan betapa masih banyak ( atau semakin banyak ? ) saudara-saudara kita yang malang nasibnya, bahkan untuk kebutuhan makan sekalipun…janda-janda miskin, anak-anak yatim, kaum dhuafa dan fuqara. Sungguh sebuah kenikmatan tersendiri jika bisa berbagi kebahagiaan Ramadhan dengan mereka, menyaksikan binar kebahagiaan terpancar di mata mereka. Yap, inilah sekilas gambaran yang dilakukan oleh tim Komunitas Tangan Diatas yang masih peduli akan penderitaan sesama. Karena itu, saya sedih jika menyaksikan masih ada segelintir kaum berpunya masih acuh dengan lingkungan sekitar, apalagi untuk kaum yang kurang beruntung. Padahal, konon kata seorang ustadz, sedekah membuka pintu rejeki…insyaAllah. Pernah ada kejadian di sutau kantor, giliran ada pengumpulan dana untuk hadiah ulangh tahun, gak sampe lima menit, sudah terkumpul uang hampir 1 juta. Kebalikannya, pas ada seorang rekan ngajuin proposal untuk infaq, sedekah, santunan anak yatim, dijamin pengumpulan dananya bisa makan waktu berminggu-minggu. Jalan sih jalan…Cuma hasil akhirnya tidak seperti kejadian pertama. Yah, begitulah fenomena. Kadang kita justru merasa, dengan bersedekah, harta kita akan berkurang, namun sesungguhnya tidak di mata Allah. Semoga Allah berkenan memberikan hidayah-Nya agar semakin banyak makhluk-Nya yang saling tolong menolong dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Amin. Ah, dibalik semua itu, tetap saya merasa sangat bersyukur untuk itu. Sungguh, ini belum ada seujung kukunya dibanding dengan segala kenikmatan yang saya peroleh. Nikmat iman, islam, kesehatan, istri dan anak yang sholeh…Saya harus lebih banyak lagi berbagi simpati…Rabbi, ijinkanlah hamba-Mu ini menjadi seorang muzakki, yang diberi keluasan rejeki dan waktu luang agar bisa lebih banyak lagi berkontribusi bagi sesama. Belumlah cukup amal-amal ini tertoreh, lebih banyak benih-benih dosa yang kami taburkan sengaja ataupun tidak. Ya Allah, ampuni kami dan beri maaflah kami… </description>  </item>  <item> <guid isPermaLink="true">http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/09/20/toko-abinya.html</guid> <title>TOKO ABINYA</title> <link>http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/09/20/toko-abinya.html</link> <author>noreply@blogspirit.com (syahidfam)</author>   <category>Artikel Lepas</category>   <pubDate>Wed, 20 Sep 2006 06:50:00 +0200</pubDate> <description> &lt;p&gt;&lt;img src=&quot;http://syahidfam.blogspirit.com/images/thumb_Model_Sepatu_Outlook-1.jpg&quot; alt=&quot;medium_Model_Sepatu_Outlook-1.jpg&quot; style=&quot;float: left; margin: 0.2em 1.4em 0.7em 0px; border-width: 0px&quot; /&gt;Alhamdulilah...akhirnya aku jadi buka toko juga. Toko Abinya ? hehe...it sounds nice and different. at least, menurut aku sendiri yang ngasih nama. Belum resmi sih, baru ancang-ancang saja mau dikasih nama apa toko itu. Paling nggak, aku bisa bernapas sedikit lega karena satu tahapan dari rencana jangka panjang telah berhasil kulewati....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rencana Jangka Panjang ? hehe...kayak pembangunan Indonesia aja. Gpplah, niru-niru dikit, tokh emang pada akhirnya kita mesti menentukan tujuan tertentu kan, mau dijadikan seperti apa kehidupan ekonomi ini nantinya, apa selamanya jadi pegawai kantoran atau pilih berwirausaha mandiri, itu adalah pilihan. Sudahlah, panjang ceritanya kalo membahas hal yangh satu ini. Back to toko Abinya...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buat yang pengen tahu, toko Abinya itu sebetulnya adalah singkatan dari nama saya, istri dan anak. Yah, dipas-pasin aja deh biar nyambung. Lagian nama itu kan jarang kedengeran. Untuk saat ini, toko Abinya menyediakan aneka produk sepatu dan tas yang dijual secara grosir juga eceran. Karena itu, hari-hari belakangan ini saya disibukkan juga dengan survey ke beberapa produsen sepatu untuk mendapatkan kualitas terbaik dan harga terjangkau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beneran, toko Abinya berisi sepatu dan tas berkualitas dengan harga terjangkau. Bisa dibeli grosiran, eceran juga boleh. Bahan dan model bagus-bagus, fashioned banget deh. hehe...jadi promosi gini yah. Gpp kan sekalian, kan di blog sendiri ini...penasaran ? makanya datang ramai-rami ke Pusat Grosir Metro Tanah Abang Lt. LG ( Basement ) No. 78. Pokoke, deket pintu masuk Kebon Kacang I, ada tangga menuju basement, nah ubek-ubek deh toko-toko disitu...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi, kok sepatu dan tas sih ? Bukannya selama ini sudah nyemplung juga ke bazaar dan pameran berbisnis garmen/jilbab ? yap, hanya tekad dan semangat untuk berubah saja yang menentukan mengapa saya ambil keputusan ini. Seperti yang sering saya katakan sebelumnya, bahwa ibarat masuk hutan, kali ini benar-benar gelap gulita dan pekat. Tapi saya tidak ingin menjadikan itu halangan. Tapi bukan berarti tanpa perhitungan dan strategi lho...kalo yang ini sih tetap penting kan. Ngapain juga nyebur ke jurang ? hehe.. semoga tidak...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pokoknya begitulah. Biarlah saat ini saya menikmati proses perubahan ini, perubahan pola pikir, perubahan paradigma dan mind set bahwa rejeki Allah itu Maha Luas. Saya percaya saja dengan usaha, doa dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, insyaALLAH suatu saat akan ketemu jalannya. Saya tidak ingin selamanya 'stag' seperti saat ini. 'Stag' ? you know that lah...it's my private reason, not for public consume. hehe.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; </description>  </item>  <item> <guid isPermaLink="true">http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/09/12/metro-tanah-abang-ii.html</guid> <title>Metro Tanah Abang II</title> <link>http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/09/12/metro-tanah-abang-ii.html</link> <author>noreply@blogspirit.com (syahidfam)</author>   <category>Artikel Lepas</category>   <pubDate>Tue, 12 Sep 2006 09:15:00 +0200</pubDate> <description> &lt;p&gt;Bikin cerita lagi ah...kali ini masih seputar kios di Metro Tanah Abang. Entah mengapa, akhir-akhir ini pikiranku terfokus pada hal yang satu ini...bukan apa-apa, aku pikir ini harus digarap serius jika ingin segera berproses dan menuju sukses...insyaAllah. Kupikir, ini hanyalah sebagian kecil ikhtiar untuk menjemput rejeki, tokh kita sendiri tidak tahu rejeki kita ada dimana. Yang penting, ikhtiar sambil terus berdoa....subhanallah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Karena ini&amp;nbsp;penawaran spesial -- tidak semua orang bisa mendapatkan akses informasi ada tawaran kios gratis di daerah tanahabang -- maka ada sejumlah&amp;nbsp;'konsekuensi' tertentu.&amp;nbsp;Mulai dari permodalan, tenaga hingga ke pembukaan kios. Adalah Pak Haji Alay -- yang telah lama dikenal sebagai seorang saudagar&amp;nbsp;kaya&amp;nbsp;yang cukup disegani karena kepiawaiannya berdagang bertahun-tahun ) menawarkan&amp;nbsp;bagi siapa saja dari komunitas TDA yang berminat untuk buka kios di Metro Tanah Abang. Dan kios ini diperuntukkan untuk produk sepatu, untuk awalnya hanya 10 kios dulu...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanpa pikir panjang, langsung kusambut tawaran ini dan mulailah aku bergelut dengan sejumlah kegiatan-kegiatan demi terwujudnya pembukaan kios tersebut dalam waktu dekat. Mulai dari pengundian nomor kios hingga survey ke produsen sepatu. Namun tampaknya, hal ini kurang diikuti oleh peserta yang lain.&amp;nbsp;Aku mafhum bahwa sebagian besar dari kita adalah masih bekerja formal, termasuk diri ini -- namun mestinya itu tidak bisa dijadikan ' excuse'. Okelah, masing-masing kita mempunyai jadwal yang sangat padat setiap pekannya, namun tentu semuanya ada skala prioritas. Mana yang bsia digeser, mana yang sebaiknya didahulukan. Dari awal aku sudah berkomitmen dalam diri, bahwa kali ini aku harus bisa...jauh sebelum ini aku sangat merindukan untuk memiliki kios sendiri yang bisa dijadikan sandaran usahaku kelak. Aku sadar sesadar-sadarnya bahwa ini adalah proses yang sangat panjang dan belum tentu sukses dalam perjalanannya. Namun, kukembalikan lagi bahwa semua ini hanyalah ikhtiar untuk menjemput rejeki dan berubah menjadi lebih baik lagi...insyaAllah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; </description>  </item>  </channel> </rss> 