<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <?xml-stylesheet title="XSL formatting" type="text/xsl" href="/atom.xsl" ?> <feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id"> <title>syahidfam</title> <link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://syahidfam.blogspirit.com/atom.xml"/> <link rel="alternate" type="text/html" href="http://syahidfam.blogspirit.com/" /> <subtitle>Ahlan Wa Sahlan...</subtitle> <updated>2008-05-17T10:11:50+02:00</updated> <rights>All Rights Reserved blogSpirit</rights> <generator uri="http://www.blogspirit.com/" version="5.0">blogSpirit.com</generator> <id>http://syahidfam.blogspirit.com/</id>  <entry> <author> <name>syahidfam</name> <uri>http://syahidfam.blogspirit.com/about.html</uri> </author> <title>Ramadhan, Bulan Berbagi</title> <link rel="alternate" type="text/html" href="http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/10/09/ramadhan-bulan-berbagi.html" />  <id>tag:syahidfam.blogspirit.com,2006-10-09:1026895</id> <updated>2006-10-11T06:26:44+02:00</updated> <published>2006-10-09T05:15:00+02:00</published>   <category term="Artikel Lepas" scheme="http://www.blogspirit.com/ns/types#category" />    <summary> Yap, benar. ( mestinya ) bulan penuh berkah ini menjadi ajang berbagi...</summary> <content type="html" xml:base="http://syahidfam.blogspirit.com/"> Yap, benar. ( mestinya ) bulan penuh berkah ini menjadi ajang berbagi simpati dan peduli bagi sesama, lebih dari sekedar latihan menahan lapar dan dahaga. Karena apalah artinya berpuasa, namun masih tetap saja acuh pada lingkungan sekitar… Namun, alhamdulilah, banyak diantara kita yang sudah mulai tumbuh kesadaran untuk saling berbagi simpati. Ramadhan ini menjadi ajang perlombaan dalam berbuat kebaikan – berfastabiqul khairaat – demi mencapai derajat orang bertaqwa. Subhanallah, kita saksikan di setiap kesempatan di bulan ini, segelintir kelompok manusia berpeluh-peluh membagikan sebingkah kebahagiaan berupa pakaian-pakaian bekas, paket sembako, dan lainnya bagi kaum yang kurang beruntung. Merinding menyaksikan betapa masih banyak ( atau semakin banyak ? ) saudara-saudara kita yang malang nasibnya, bahkan untuk kebutuhan makan sekalipun…janda-janda miskin, anak-anak yatim, kaum dhuafa dan fuqara. Sungguh sebuah kenikmatan tersendiri jika bisa berbagi kebahagiaan Ramadhan dengan mereka, menyaksikan binar kebahagiaan terpancar di mata mereka. Yap, inilah sekilas gambaran yang dilakukan oleh tim Komunitas Tangan Diatas yang masih peduli akan penderitaan sesama. Karena itu, saya sedih jika menyaksikan masih ada segelintir kaum berpunya masih acuh dengan lingkungan sekitar, apalagi untuk kaum yang kurang beruntung. Padahal, konon kata seorang ustadz, sedekah membuka pintu rejeki…insyaAllah. Pernah ada kejadian di sutau kantor, giliran ada pengumpulan dana untuk hadiah ulangh tahun, gak sampe lima menit, sudah terkumpul uang hampir 1 juta. Kebalikannya, pas ada seorang rekan ngajuin proposal untuk infaq, sedekah, santunan anak yatim, dijamin pengumpulan dananya bisa makan waktu berminggu-minggu. Jalan sih jalan…Cuma hasil akhirnya tidak seperti kejadian pertama. Yah, begitulah fenomena. Kadang kita justru merasa, dengan bersedekah, harta kita akan berkurang, namun sesungguhnya tidak di mata Allah. Semoga Allah berkenan memberikan hidayah-Nya agar semakin banyak makhluk-Nya yang saling tolong menolong dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Amin. Ah, dibalik semua itu, tetap saya merasa sangat bersyukur untuk itu. Sungguh, ini belum ada seujung kukunya dibanding dengan segala kenikmatan yang saya peroleh. Nikmat iman, islam, kesehatan, istri dan anak yang sholeh…Saya harus lebih banyak lagi berbagi simpati…Rabbi, ijinkanlah hamba-Mu ini menjadi seorang muzakki, yang diberi keluasan rejeki dan waktu luang agar bisa lebih banyak lagi berkontribusi bagi sesama. Belumlah cukup amal-amal ini tertoreh, lebih banyak benih-benih dosa yang kami taburkan sengaja ataupun tidak. Ya Allah, ampuni kami dan beri maaflah kami… </content> </entry>  <entry> <author> <name>syahidfam</name> <uri>http://syahidfam.blogspirit.com/about.html</uri> </author> <title>Tanpa Judul</title> <link rel="alternate" type="text/html" href="http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/09/29/tanpa-judul.html" />  <id>tag:syahidfam.blogspirit.com,2006-09-29:1013690</id> <updated>2006-09-29T09:22:26+02:00</updated> <published>2006-09-29T09:00:00+02:00</published>   <category term="Tausyiah" scheme="http://www.blogspirit.com/ns/types#category" />    <summary>  </summary> <content type="html" xml:base="http://syahidfam.blogspirit.com/">  </content> </entry>  <entry> <author> <name>syahidfam</name> <uri>http://syahidfam.blogspirit.com/about.html</uri> </author> <title>Masjid Kembali Bersinar</title> <link rel="alternate" type="text/html" href="http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/09/25/masjid-kembali-bersinar.html" />  <id>tag:syahidfam.blogspirit.com,2006-09-25:1007833</id> <updated>2006-09-27T06:14:46+02:00</updated> <published>2006-09-25T10:50:00+02:00</published>   <summary> Ramadhan kembali menyapa   Siapkan diri, siapkan hati   Menuju insan yang...</summary> <content type="html" xml:base="http://syahidfam.blogspirit.com/"> &lt;p&gt;Ramadhan kembali menyapa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapkan diri, siapkan hati&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menuju insan yang suci&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari nafsu duniawi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ramadhan kembali menyapa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masjid kembali bersinar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jamaah bershaf-shaf mengular&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amal kebaikan ditebar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ramadhan kembali menyapa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bulan rahmat nan berkah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sarat makna penuh hikmah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi orang-orang yang isitiqomah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun berapa banyak orang berpuasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya merasakan lapar dan dahaga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jauh dari nuansa bahagia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malah semakin tersiksa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adakah kita satu diantara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang yang bahagia sambut ramadhan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau mungkinkah kita satu diantara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang yang tersiksa karenanya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; </content> </entry>  <entry> <author> <name>syahidfam</name> <uri>http://syahidfam.blogspirit.com/about.html</uri> </author> <title>TOKO ABINYA</title> <link rel="alternate" type="text/html" href="http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/09/20/toko-abinya.html" />  <id>tag:syahidfam.blogspirit.com,2006-09-20:999590</id> <updated>2006-10-09T09:29:18+02:00</updated> <published>2006-09-20T06:50:00+02:00</published>   <category term="Artikel Lepas" scheme="http://www.blogspirit.com/ns/types#category" />    <summary>  Alhamdulilah...akhirnya aku jadi buka toko juga. Toko Abinya ? hehe...it...</summary> <content type="html" xml:base="http://syahidfam.blogspirit.com/"> &lt;p&gt;&lt;img src=&quot;http://syahidfam.blogspirit.com/images/thumb_Model_Sepatu_Outlook-1.jpg&quot; alt=&quot;medium_Model_Sepatu_Outlook-1.jpg&quot; style=&quot;float: left; margin: 0.2em 1.4em 0.7em 0px; border-width: 0px&quot; /&gt;Alhamdulilah...akhirnya aku jadi buka toko juga. Toko Abinya ? hehe...it sounds nice and different. at least, menurut aku sendiri yang ngasih nama. Belum resmi sih, baru ancang-ancang saja mau dikasih nama apa toko itu. Paling nggak, aku bisa bernapas sedikit lega karena satu tahapan dari rencana jangka panjang telah berhasil kulewati....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rencana Jangka Panjang ? hehe...kayak pembangunan Indonesia aja. Gpplah, niru-niru dikit, tokh emang pada akhirnya kita mesti menentukan tujuan tertentu kan, mau dijadikan seperti apa kehidupan ekonomi ini nantinya, apa selamanya jadi pegawai kantoran atau pilih berwirausaha mandiri, itu adalah pilihan. Sudahlah, panjang ceritanya kalo membahas hal yangh satu ini. Back to toko Abinya...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buat yang pengen tahu, toko Abinya itu sebetulnya adalah singkatan dari nama saya, istri dan anak. Yah, dipas-pasin aja deh biar nyambung. Lagian nama itu kan jarang kedengeran. Untuk saat ini, toko Abinya menyediakan aneka produk sepatu dan tas yang dijual secara grosir juga eceran. Karena itu, hari-hari belakangan ini saya disibukkan juga dengan survey ke beberapa produsen sepatu untuk mendapatkan kualitas terbaik dan harga terjangkau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beneran, toko Abinya berisi sepatu dan tas berkualitas dengan harga terjangkau. Bisa dibeli grosiran, eceran juga boleh. Bahan dan model bagus-bagus, fashioned banget deh. hehe...jadi promosi gini yah. Gpp kan sekalian, kan di blog sendiri ini...penasaran ? makanya datang ramai-rami ke Pusat Grosir Metro Tanah Abang Lt. LG ( Basement ) No. 78. Pokoke, deket pintu masuk Kebon Kacang I, ada tangga menuju basement, nah ubek-ubek deh toko-toko disitu...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi, kok sepatu dan tas sih ? Bukannya selama ini sudah nyemplung juga ke bazaar dan pameran berbisnis garmen/jilbab ? yap, hanya tekad dan semangat untuk berubah saja yang menentukan mengapa saya ambil keputusan ini. Seperti yang sering saya katakan sebelumnya, bahwa ibarat masuk hutan, kali ini benar-benar gelap gulita dan pekat. Tapi saya tidak ingin menjadikan itu halangan. Tapi bukan berarti tanpa perhitungan dan strategi lho...kalo yang ini sih tetap penting kan. Ngapain juga nyebur ke jurang ? hehe.. semoga tidak...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pokoknya begitulah. Biarlah saat ini saya menikmati proses perubahan ini, perubahan pola pikir, perubahan paradigma dan mind set bahwa rejeki Allah itu Maha Luas. Saya percaya saja dengan usaha, doa dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, insyaALLAH suatu saat akan ketemu jalannya. Saya tidak ingin selamanya 'stag' seperti saat ini. 'Stag' ? you know that lah...it's my private reason, not for public consume. hehe.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; </content> </entry>  <entry> <author> <name>syahidfam</name> <uri>http://syahidfam.blogspirit.com/about.html</uri> </author> <title>Metro Tanah Abang II</title> <link rel="alternate" type="text/html" href="http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/09/12/metro-tanah-abang-ii.html" />  <id>tag:syahidfam.blogspirit.com,2006-09-12:988273</id> <updated>2006-09-12T10:27:24+02:00</updated> <published>2006-09-12T09:15:00+02:00</published>   <category term="Artikel Lepas" scheme="http://www.blogspirit.com/ns/types#category" />    <summary> Bikin cerita lagi ah...kali ini masih seputar kios di Metro Tanah Abang....</summary> <content type="html" xml:base="http://syahidfam.blogspirit.com/"> &lt;p&gt;Bikin cerita lagi ah...kali ini masih seputar kios di Metro Tanah Abang. Entah mengapa, akhir-akhir ini pikiranku terfokus pada hal yang satu ini...bukan apa-apa, aku pikir ini harus digarap serius jika ingin segera berproses dan menuju sukses...insyaAllah. Kupikir, ini hanyalah sebagian kecil ikhtiar untuk menjemput rejeki, tokh kita sendiri tidak tahu rejeki kita ada dimana. Yang penting, ikhtiar sambil terus berdoa....subhanallah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Karena ini&amp;nbsp;penawaran spesial -- tidak semua orang bisa mendapatkan akses informasi ada tawaran kios gratis di daerah tanahabang -- maka ada sejumlah&amp;nbsp;'konsekuensi' tertentu.&amp;nbsp;Mulai dari permodalan, tenaga hingga ke pembukaan kios. Adalah Pak Haji Alay -- yang telah lama dikenal sebagai seorang saudagar&amp;nbsp;kaya&amp;nbsp;yang cukup disegani karena kepiawaiannya berdagang bertahun-tahun ) menawarkan&amp;nbsp;bagi siapa saja dari komunitas TDA yang berminat untuk buka kios di Metro Tanah Abang. Dan kios ini diperuntukkan untuk produk sepatu, untuk awalnya hanya 10 kios dulu...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanpa pikir panjang, langsung kusambut tawaran ini dan mulailah aku bergelut dengan sejumlah kegiatan-kegiatan demi terwujudnya pembukaan kios tersebut dalam waktu dekat. Mulai dari pengundian nomor kios hingga survey ke produsen sepatu. Namun tampaknya, hal ini kurang diikuti oleh peserta yang lain.&amp;nbsp;Aku mafhum bahwa sebagian besar dari kita adalah masih bekerja formal, termasuk diri ini -- namun mestinya itu tidak bisa dijadikan ' excuse'. Okelah, masing-masing kita mempunyai jadwal yang sangat padat setiap pekannya, namun tentu semuanya ada skala prioritas. Mana yang bsia digeser, mana yang sebaiknya didahulukan. Dari awal aku sudah berkomitmen dalam diri, bahwa kali ini aku harus bisa...jauh sebelum ini aku sangat merindukan untuk memiliki kios sendiri yang bisa dijadikan sandaran usahaku kelak. Aku sadar sesadar-sadarnya bahwa ini adalah proses yang sangat panjang dan belum tentu sukses dalam perjalanannya. Namun, kukembalikan lagi bahwa semua ini hanyalah ikhtiar untuk menjemput rejeki dan berubah menjadi lebih baik lagi...insyaAllah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; </content> </entry>  <entry> <author> <name>syahidfam</name> <uri>http://syahidfam.blogspirit.com/about.html</uri> </author> <title>Metro Tanah Abang</title> <link rel="alternate" type="text/html" href="http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/09/04/metro-tanah-abang.html" />  <id>tag:syahidfam.blogspirit.com,2006-09-04:976919</id> <updated>2006-09-05T06:04:02+02:00</updated> <published>2006-09-04T09:20:00+02:00</published>   <category term="Curahan Hati" scheme="http://www.blogspirit.com/ns/types#category" />    <summary> ....&quot; Buat yang mau Action : Ditawarkan 10 kios gratis di Pusat Grosir Metro...</summary> <content type="html" xml:base="http://syahidfam.blogspirit.com/"> &lt;p&gt;....&quot; Buat yang mau Action : Ditawarkan 10 kios gratis di Pusat Grosir Metro Tanah Abang, penawaran terbatas....&quot;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dezigh !! Seketika aku terpana melihat barisan kata-kata tersebut dalam sebuah milis komunitas TDA yang belakangan semakin akrab saja mengisi setiap detik demi detik berlalu disela-sela rutinitas pekerjaan. Komunitas inilah yang pelan namun pasti mengubah pola pikirku selama ini mengenai apa itu arti rejeki dan uang. Apa itu kebersamaan, sinergi dalam bisnis, sambil tak lupa memupuk semangat untuk saling membantu dan memberikan nilai lebih bagi orang lain. Setelah sebelumnya sempat gamang apa yang harus dilakukan setelah sempat 'terpuruk' dan stag sebentar karena gagal membangun cikal bakal imperium bisnis, alhamdulilah pada akhirnya kutemukan komunitas ini...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat itu juga langsung kuhubungi si pengirim email untuk info lebih lanjut. Ternyata yang ditawarkan adalah khusus kios sepatu. Wah ? Bukan saja pengalaman yang nol besar untuk ini, tapi juga modal, pasar, dsb aku sangat-sangat buta sama sekali dengan bisnis persepatuan ini. Ibarat masuk hutan belantara, kali ini gelap gulita, pekat...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, the show must go on. Keputusan harus segera diambil karena sayang jika kesempatan ini dilewatkan begitu saja. Bismillah saja, sambil terus berusaha tetap berdoa semoga Allah berkenan memberikan jalan dan kemudahan kepada kami. Kemudian tak lama kusimak di milis, namaku sudah terdaftar sebagai orang yang pertama berminat untuk kios tersebut. Bismillah...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sabtu pagi, aku, Istri plus Syahid anakku survey ke lokasi. Berboncengan bertiga, kami susuri jalanan Jakarta hingga sampai ke sebuah gedung putih di pojok jalan Wahid Hasyim Tanah Abang. Wah, ramai sekali kendaraan lalu lalang. Tanah Abang gitu lho...emang terkenal kan sebagai pusat grosir. Cari parkiran di dalam gedung, terus melaju hingga ke lantai tujuh...ck-ck..lumayan nih ngabisin bensin, batinku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lihat-lihat sekeliling, tempat parkir telah penuh dengan mobil dan motor. Wah, berarti pengunjungnya lumayan nih. Lalu kami cari tokonya Pak Hasan di lantai 4 yang sebelumnya sudah jualan produk jaket. Sudah ada peserta yang lain, hingga menjelang siang semua sudah berkumpul di tokonya Pak Hasan dan Mas Khairul. Hingga tibalah saatnya kami bertemu dengan Pak Haji Alay...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Subhanallah, melihat pembawaan beliau yang tenang namun tegas, kami sungguh takjub dibuatnya. Kios-kios di gedung ini juga sebagian miliknya dan beliau tak segan-segan mengundang orang lain untuk bekerjasama dengannya. Sakah satunya lewat kios-kios di lantai basement ini...Memang sih, saat ini kios-kios tersebut masih sepi dan banyak yang kosong. Namun Pak Haji meyakinkan, jika kita tidak menciptakan gula untuk mendatangkan semut-semut, ya pasti akan tetap seperti ini jadinya. ( sepi maksudnya ). Karenanya, Pak Haji mengajak kami semua untuk turut serta meramaikan kios-kios ini dan mulai berjualan didalamnya. Tidak usah takut dengan kondisi sepi, modal, koneksi ke supplier,dsb...insyaAllah ada banyak jalan untuk itu. Kemudian beliau menyebut beberapa nama dan tempat yang bisa dijadikan referensi plus tips-tips seputar dunia dagang. Kata beliau, dagang itu sangat erat kaitannya dengan feeling/intuisi...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kurasa semua sepakat bahwa yang hadir saat itu langsung 'terbakar' dengan briefing singkat dari Pak Haji tersebut. Seseorang yang murah senyum, baik hati dan gemar berbagi...akhirnya, diadakanlah pengundian untuk menentukan masing-masing stand kios...aku kebagian stand kios nomor 4, tak apalah, yang penting kan bukan letaknya, namun kegigihan kita untuk jemput bola dari pengunjung-pengunjung yang ada. Lalu kami disarankan untuk segera berkoordinasi untuk menentukan kapan mau buka kios dan serah terima kunci. Untuk masalah teknis, insyaAllah 3 bulan pertama tidak dikenakan biaya apapun kecuali listrik. Karena sebagian besar masih terbilang baru di bisnis persepatuan, maka diputuskan untuk mengunjungi para produsen sepatu yang bisa menjadi supplier di kios.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yap, saatnya segera take double action...doakan semoga impian untuk segera memiliki kios sendiri dapat&amp;nbsp;menjadi kenyataan...:-). Amin. Ya ALLAH berkahilah usaha kami....&lt;/p&gt; </content> </entry>  <entry> <author> <name>syahidfam</name> <uri>http://syahidfam.blogspirit.com/about.html</uri> </author> <title>Surat Amphibi</title> <link rel="alternate" type="text/html" href="http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/09/04/surat-amphibi.html" />  <id>tag:syahidfam.blogspirit.com,2006-09-04:976902</id> <updated>2006-09-04T08:55:27+02:00</updated> <published>2006-09-04T08:55:27+02:00</published>   <category term="Artikel Bisnis" scheme="http://www.blogspirit.com/ns/types#category" />    <summary>      Surat seorang Amphibi di awal metamorfosisnya      (Saudara-saudaraku...</summary> <content type="html" xml:base="http://syahidfam.blogspirit.com/"> &lt;div class=&quot;post-body&quot;&gt; &lt;div style=&quot;clear: both&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;strong&gt;Surat seorang Amphibi di awal metamorfosisnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;em&gt;(Saudara-saudaraku TDB…&lt;br /&gt; Ketika Anda berniat untuk melompat menjadi TDA, bersiaplah untuk mengakrabi berbagai tantangan. Salah satu tantangan itu biasanya berasal dari orang yang paling dekat dengan Anda, yaitu pasangan (istri/suami) Anda sendiri. Mengapa...?. Karena dialah yang pertama akan menerima segala dampak yang muncul akibat keputusan Anda itu.&lt;br /&gt; Sebagai pengalaman pribadi, untuk meneguhkan keyakinan Istri, berikut ini saya menulis surat padanya ketika awal-awal menjadi TDA...&lt;br /&gt; Semoga bermanfaat...)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Istriku terkasih…&lt;br /&gt; Maafkan Abi atas kekacaubalauan pikiran dan keadaan akhir-akhir ini…&lt;br /&gt; Abi menyadari bahwa untuk kesekiankalinya lagi-lagi engkau jadi korban pertama keputusan-keputusan Abi.&lt;br /&gt; Lagi-lagi Abi mohon pengertian dan permakluman Umi.&lt;br /&gt; Untuk kesekian kalinya, Abi mohon diberi kesempatan&lt;br /&gt; Untuk mencoba merubah keadaan yang bisa dikendalikan&lt;br /&gt; Abi ingin mengoptimalkan kesempatan yang diberikan Allah&lt;br /&gt; Dengan mengandalkan segala anugrah yang diberikan Allah pada diri Abi&lt;br /&gt; Ijinkan Abi untuk memberi referensi yang berbeda bagi anak-anak kita&lt;br /&gt; Agar mereka tumbuh dan berkembang dengan kesadaran keluasan anugerah Allah, kesadaran untuk berani mengambil risiko, kesadaran untuk berani mengambil keputusan dengan berfihak pada diri sendiri, kesadaran untuk berani mencoba, kesadaran untuk berani menghadapi ketakutan, kekhawatiran dan ketidakpastian.&lt;br /&gt; Ijinkan Abi untuk menciptakan dunia kita sendiri, sekemampuan kita, sebesar harapan kita.&lt;br /&gt; Tak ada janji yang dapat Abi berikan&lt;br /&gt; Hanya saja, pengalaman-pengalaman kita selama ini telah membuktikan bahwa selama kita berani mengambil keputusan, selalu saja kita dapati hasil yang berbeda, hasil yang lebih baik. Meski selama menjalaninya kita harus bersusah payah, berkeluh kesah, melelahkan, menyita perhatian dan memerlukan pengorbanan.&lt;br /&gt; Begitu banyak lembar-lembar kehidupan kita terisi dengan kesulitan, kesedihan, penderitaan dan kekurangan.&lt;br /&gt; Tapi kita berhasil melaluinya, kemudian menjadikan semuanya sebagai kenangan manis sejarah kehidupan kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Istriku terkasih…&lt;br /&gt; Abi sadar benar bahwa perjuangan ini begitu berat dan mempertaruhkan segala daya tahan Abi,&lt;br /&gt; Namun keberadaanmu, sungguh jadi bagian besar dari keberanian Abi,&lt;br /&gt; Daya dukungmu adalah tameng Abi melawan segala ketakutan dan kekhawatiran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Istriku…&lt;br /&gt; Hidup ini terlalu pendek untuk disia-siakan&lt;br /&gt; Ijinkan Abi untuk mengisinya dengan hal-hal yang lebih baik, lebih besar dan lebih optimal.&lt;br /&gt; Ijinkan Abi merangkai mimpi-mimpi dan harapan&lt;br /&gt; Dan ijinkan Abi tuk menggapainya…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jagorawi, 18 Pebruari 2006 &lt;div style=&quot;clear: both; padding-bottom: 0.25em&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; </content> </entry>  <entry> <author> <name>syahidfam</name> <uri>http://syahidfam.blogspirit.com/about.html</uri> </author> <title>INGATLAH SELALU</title> <link rel="alternate" type="text/html" href="http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/09/01/ingatlah-selalu.html" />  <id>tag:syahidfam.blogspirit.com,2006-09-01:972986</id> <updated>2006-09-01T04:58:33+02:00</updated> <published>2006-09-01T04:35:00+02:00</published>   <category term="Kumpulan Puisi" scheme="http://www.blogspirit.com/ns/types#category" />    <summary> Apa kabar sahabatku... ??  Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa...</summary> <content type="html" xml:base="http://syahidfam.blogspirit.com/"> Apa kabar sahabatku... ??&lt;br /&gt; Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa&lt;br /&gt; Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita&lt;br /&gt; Sayapun yakin bukan karena apa - apa...&lt;br /&gt; Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Satu hal sebagai bahan renungan kita...&lt;br /&gt; Tuk merenungkan indahnya malam pertama&lt;br /&gt; Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata&lt;br /&gt; Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang&lt;br /&gt; Mauuut&lt;br /&gt; Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak&lt;br /&gt; saudara&lt;br /&gt; Hari itu...mempelai sangat dimanjakan&lt;br /&gt; Mandipun...harus dimandikan&lt;br /&gt; Seluruh badan kita terbuka....&lt;br /&gt; Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .&lt;br /&gt; Tak ada sedikitpun rasa malu...&lt;br /&gt; Seluruh badan digosok dan dibersihkan&lt;br /&gt; Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan&lt;br /&gt; Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...&lt;br /&gt; Itulah sosok kita....&lt;br /&gt; Itulah jasad kita waktu itu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Setelah dimandikan.. .,&lt;br /&gt; Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih Kain&lt;br /&gt; itu ...jarang orang&lt;br /&gt; memakainya..&lt;br /&gt; Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan Wewangian&lt;br /&gt; ditaburkan ke baju&lt;br /&gt; kita...&lt;br /&gt; Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan&lt;br /&gt; Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah kita&lt;br /&gt; Keranda pelaminan... langsung disiapkan&lt;br /&gt; Pengantin bersanding sendirian...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga&lt;br /&gt; Menuju istana&lt;br /&gt; keabadian sebagai simbol asal usul kita&lt;br /&gt; Diiringi langkah gontai seluruh keluarga Serta rasa&lt;br /&gt; haru para handai&lt;br /&gt; taulan&lt;br /&gt; Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus&lt;br /&gt; Akad nikahnya bacaan talkin...&lt;br /&gt; Berwalikan liang lahat..&lt;br /&gt; Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan&lt;br /&gt; Siraman air&lt;br /&gt; mawar..pengantar akhir kerinduan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; dan akhirnya.... .&lt;br /&gt; Tiba masa pengantin..&lt;br /&gt; Menunggu dan ditinggal sendirian...&lt;br /&gt; Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Malam pertama bersama KEKASIH..&lt;br /&gt; Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah&lt;br /&gt; Di kamar bertilamkan tanah..&lt;br /&gt; Dan ketika 7 langkah tlah pergi....&lt;br /&gt; Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...&lt;br /&gt; Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...&lt;br /&gt; Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur.....&lt;br /&gt; Kita tak tahu...dan tak seorangpun yang tahu....&lt;br /&gt; Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan... .&lt;br /&gt; Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima&lt;br /&gt; Kita sungkan sekali meneteskan air mata...&lt;br /&gt; Seolah barang berharga yang sangat mahal...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dan Dia Kekasih itu..&lt;br /&gt; Menetapkanmu ke syurga.. Atau melemparkan dirimu ke&lt;br /&gt; neraka..&lt;br /&gt; Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga...&lt;br /&gt; Tapi....tapi ....sudah pantaskah sikap kita selama&lt;br /&gt; ini...&lt;br /&gt; Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sahabat...mohon maaf...jika malam itu aku tak&lt;br /&gt; menemanimu&lt;br /&gt; Bukan aku tak setia...&lt;br /&gt; Bukan aku berkhianat.. ..&lt;br /&gt; Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan&lt;br /&gt; Tapi&lt;br /&gt; percayalah.. .aku pasti kan mendo'akanmu. ..&lt;br /&gt; Karena ...aku sungguh menyayangimu. ..&lt;br /&gt; Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga&lt;br /&gt; Aku berdo'a...semoga kau jadi ahli syurga. Amien&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sahabat..... , jika ini adalah bacaan terakhirmu Jika&lt;br /&gt; ini adalah renungan&lt;br /&gt; peringatan dari Kekasihmu Ambillah hikmahnya... ..&lt;br /&gt; Tapi jika ini adalah salahku...maafkan aku....&lt;br /&gt; Terlebih jika aku harus mendahuluimu. ...&lt;br /&gt; Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku&lt;br /&gt; Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu. ....&lt;br /&gt; kalau tulisan ini ada manfaatnya.. ..&lt;br /&gt; Silakan di print ou dan kau simpan sebagai renungan...&lt;br /&gt; Siapa tahu ...suatu saat kau ingat padaku Dan...aku&lt;br /&gt; tlah di alam lain....&lt;br /&gt; Satu pintaku padamu...&lt;br /&gt; Tolong do'akan aku....-&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; </content> </entry>  <entry> <author> <name>syahidfam</name> <uri>http://syahidfam.blogspirit.com/about.html</uri> </author> <title>BOSAN</title> <link rel="alternate" type="text/html" href="http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/08/30/bosan.html" />  <id>tag:syahidfam.blogspirit.com,2006-08-30:969463</id> <updated>2006-08-30T11:42:53+02:00</updated> <published>2006-08-30T11:10:00+02:00</published>   <category term="Artikel Lepas" scheme="http://www.blogspirit.com/ns/types#category" />    <summary> AKU BOSAN...   RUTINITAS YANG KUTEMUI, DEMI SESUAP NASI...   HARI DEMI HARI...</summary> <content type="html" xml:base="http://syahidfam.blogspirit.com/"> &lt;p&gt;AKU BOSAN...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;RUTINITAS YANG KUTEMUI, DEMI SESUAP NASI...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;HARI DEMI HARI BERLALU...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BERTAMBAH TERUS UMURKU...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SEKETIKA KUTERSADAR...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;APA YANG TERJADI SELAMA INI...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;TAK PUNYA VISI DAN MISI...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;HINGGA BEKERJA PUN HAMPIR TAK BERARTI...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;TAK ADA KATA LAIN...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BANGKIT DAN TETAP OPTIMIS...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PERJALANAN MASIH PANJANG...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;TUK MENUJU TERMNAL TERAKHIR...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PERJUMPAAN DENGAN ILAHI RABBI...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KARENANYA, TETAPLAH TERSENYUM...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KARENANYA, TETAPLAH BEKERJA...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KARENANYA, TETAPLAH HIDUP...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KARENA MEMANG HIDUP ITU HANYALAH&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SEBUAH TEMPAT PERSINGGAHAN YANG FANA&lt;/p&gt; &lt;p&gt;DAN UJIAN DEMI UJIAN PASTILAH&lt;/p&gt; &lt;p&gt;AKAN TERUS MENDERA...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta, 30 Agustus 2006&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; </content> </entry>  <entry> <author> <name>syahidfam</name> <uri>http://syahidfam.blogspirit.com/about.html</uri> </author> <title>Memiliki dan Menjadi</title> <link rel="alternate" type="text/html" href="http://syahidfam.blogspirit.com/archive/2006/08/23/memiliki-dan-menjadi.html" />  <id>tag:syahidfam.blogspirit.com,2006-08-23:958775</id> <updated>2006-08-23T05:32:05+02:00</updated> <published>2006-08-23T05:32:05+02:00</published>   <category term="Artikel Lepas" scheme="http://www.blogspirit.com/ns/types#category" />    <summary>     Oleh: Nur Cholis Huda      Pak Sugiharto membangun villa megah di lereng...</summary> <content type="html" xml:base="http://syahidfam.blogspirit.com/"> &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Oleh: Nur Cholis Huda&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pak Sugiharto membangun villa megah di lereng bukit. Pemandangannya indah&lt;br /&gt; dan udaranya segar. Di tempat lain masih punya dua villa lagi yang juga&lt;br /&gt; megah. Belum tentu dua bulan sekali Pak Sugiharto sempat menginap di salah&lt;br /&gt; satu villanya karena ia sangat sibuk. Praktis villa itu sepi sepanjang hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pak Kromo sekeluarga, orang yang dibayar untuk menunggu villa itu justru&lt;br /&gt; yang menikmati kemegahan bangunan dan kesegaran udaranya. Tetapi meskipun&lt;br /&gt; Pak Sugiharto jarang sekali bisa menikmati villanya, bahkan mengeluarkan&lt;br /&gt; uang untuk orang yang menunggu, dia tetap puas dan bangga karena dia yang&lt;br /&gt; memiliki villa itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mengapa tidak menyewa saja, kalau hanya sesekali memerlukan santai di luar&lt;br /&gt; kota? Menyewa mungkin lebih praktis dan hemat, tetapi tidak memberi kepuasan&lt;br /&gt; karena tidak ikut memiliki.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Di rumahnya ada delapan mobil. Anggota keluarganya hanya lima orang. Maka&lt;br /&gt; ada mobil yang jarang terpakai yaitu mobil paling mahal. Mobil mahal itu&lt;br /&gt; dipakai hanya pada acara yang dianggap sangat penting dan prestisius.&lt;br /&gt; Meskipun jarang dipakai, namun perawatan dan pajak mobil mahal menghabiskan&lt;br /&gt; biaya paling banyak. Tetapi dia puas karena dia sebagai pemilik. Kepuasan&lt;br /&gt; terletak pada pemilikan, bukan pemanfaatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sementara Pak Hasan petani tua, suatu hari menanam pohon asam dan mangga di&lt;br /&gt; kebonnya dekat jalan. Pohon itu dirawat dengan cermat. Seorang saudagar yang&lt;br /&gt; lewat merasa heran karena pohon itu perlu waktu bertahun-tahun baru memberi&lt;br /&gt; hasil, sementara usia Pak Hasan sudah lanjut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;Saya sekarang sudah bau tanah. Ketika pohon itu besar dan berbuah, mungkin&lt;br /&gt; saya sudah lama meninggal. Tetapi pohon itu akan tetap bermanfaat. Orang&lt;br /&gt; yang lewat bisa berteduh, anak-anak bisa bermain sambil memanjat dan memetik&lt;br /&gt; buahnya,&quot; kata Pak Hasan. Kepuasan Pak Hasan bukan karena memiliki tetapi&lt;br /&gt; karena dapat memberi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam hidup ini ada orang-orang yang puas karena dapat memiliki dan&lt;br /&gt; menguasai tetapi ada orang-orang yang menemukan kepuasan karena dapat&lt;br /&gt; memberi. Dua contoh di atas merupakan contoh sederhana dari dua orientasi&lt;br /&gt; hidup yang berbeda, yaitu orientasi &quot;Memiliki&quot; dan orientasi &quot;Menjadi&quot;.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Perbedaan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Erich Fromm (1900-1980), pemikir kenamaan kelahiran Jerman, mencoba&lt;br /&gt; memahami, membuat diagnosis, dan memberi terapi penyakit pada zamannya yang&lt;br /&gt; tengah mengalami krisis. Karyanya banyak, di antaranya bukunya &quot;To Have or&lt;br /&gt; To Be&quot; yang terbit tahun 1976. Dalam buku ini, Fromm menjelaskan panjang&lt;br /&gt; lebar dua macam orientasi manusia dalam memberi makna hidupnya, yaitu&lt;br /&gt; orientasi Memiliki dan Menjadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ciri utama dari orientasi &quot;Memiliki&quot; ialah kecenderungan memperlakukan&lt;br /&gt; setiap orang dan setiap hal menjadi miliknya. Memiliki berarti menguasai dan&lt;br /&gt; memperlakukan sesuatu sebagai objek. Segala sesuatu dibendakan atau&lt;br /&gt; diperlakukan seperti benda. Orang yang berorientasi &quot;Memiliki&quot; tidak bisa&lt;br /&gt; hidup dengan dirinya sendiri karena tergantung pada simbul-simbul yang&lt;br /&gt; menjadi miliknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ketika miliknya itu lepas dari genggamannya, ia merasa eksistensinya hilang.&lt;br /&gt; Orang yang mengandalkan mobilnya, rumah, kursi, popularitas, jabatan, dan&lt;br /&gt; lain-lain sebagai simbol keberadaannya, maka terus-menerus berusaha agar&lt;br /&gt; simbol-simbol itu tetap dimiliki. Sebab ketika semuanya lepas, maka&lt;br /&gt; keberadaannya menjadi hilang. Semakin banyak yang dimiliki, maka ia merasa&lt;br /&gt; kehadirannya semakin kukuh. Semakin sedikit yang dimiliki, semakin kurang&lt;br /&gt; rasa percaya diri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;Masyarakat yang serakah merupakan basis modus &quot;Memiliki&quot; kata Fromm.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Orientasi hidup Memiliki (To Have) berbeda dengan orientasi Menjadi (To Be).&lt;br /&gt; Orientasi Menjadi mendorong orang melakukan aktivitas yang tumbuh dari&lt;br /&gt; dirinya sendiri dengan tujuan yang jelas serta membawa perubahan yang&lt;br /&gt; berguna secara sosial. &quot;Modus Menjadi menuntut agar kita membuang&lt;br /&gt; egosentrisitas kita dan sikap mementingkan diri sendiri,&quot; kata Fromm.&lt;br /&gt; Orientasi Menjadi mengharuskan adanya kemauan memberi, membagi, dan&lt;br /&gt; berkorban.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Orang dengan orientasi Menjadi akan selalu melakukan aktivitas. Menurut&lt;br /&gt; Fromm harus dibedakan antara aktivitas dan kesibukan. Seorang tukang batu&lt;br /&gt; yang diupah untuk mengerjakan pos keamanan, dia melakukan kesibukan, tidak&lt;br /&gt; melakukan aktivitas. Sedang Pak Hasan, petani tua yang menanam pohon pada&lt;br /&gt; contoh di atas, dia melakukan aktivitas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tukang batu melakukan kegiatan karena digerakkan orang lain. Sedangkan&lt;br /&gt; keinginan Pak Hasan menanam pohon timbul dari kesadarannya sendiri, tidak&lt;br /&gt; disuruh orang lain. Motivasi itu yang membedakan aktivitas dan kesibukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jika melihat sekuntum bunga harum semerbak, seorang yang berorientasi&lt;br /&gt; &quot;Memiliki&quot; akan memetik bunga itu untuk disimpan di kamarnya agar dia dapat&lt;br /&gt; menikmati keharumannya sepanjang waktu. Tetapi orang dengan orientasi&lt;br /&gt; Menjadi mungkin akan membiarkan bunga itu tumbuh, bahkan menyirami dan&lt;br /&gt; memelihara agar setiap orang yang lewat dapat menikmati keharuman baunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bukan Pemilik&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Orang yang berorientasi Memiliki jumlahnya cenderung sangat besar. Sedangkan&lt;br /&gt; yang berorientasi Menjadi jumlahnya kecil. Orientasi Menjadi serupa dengan&lt;br /&gt; apa yang disebut agama sebagai jalan mendaki, sedangkan orientasi Memiliki&lt;br /&gt; berarti jalan menurun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jalan mendaki adalah jalan pengorbanan dan memberi uluran pertolongan.&lt;br /&gt; Sedangkan jalan menurun adalah jalan mudah dan menyenangkan karena menuruti&lt;br /&gt; ego kita. Maka banyak orang memilih jalan menurun dan menghindari jalan&lt;br /&gt; mendaki.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tetapi justru karena orientasi hidup Memiliki atau memilih jalan menurun,&lt;br /&gt; maka sering timbul krisis dalam banyak segi. Orientasi Memiliki, yang&lt;br /&gt; berarti memperlakukan segala sesuatu seperti benda dan ingin menguasainya,&lt;br /&gt; jika itu terjadi pada orang-orang &quot;di atas&quot;, maka krisis yang ditimbulkan&lt;br /&gt; akan meluas dan mencakup banyak dimensi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Atmosfir kehidupan serba materi yang sangat kental dewasa ini mendorong kita&lt;br /&gt; lebih memanjakan egosentris kita, memupuk orientasi Memiliki, memperlakukan&lt;br /&gt; segala sesuatu seperti benda, lalu menguasainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jika kita kembali pada ajaran agama, maka kita tidak memiliki apa-apa,&lt;br /&gt; karena sekadar hak pakai. Bahkan diri kita sendiri juga bukan milik kita.&lt;br /&gt; Dalam kalimat &quot;Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun&quot;, sangat jelas bahwa kita&lt;br /&gt; dan apa yang ada pada diri kita bukan milik kita melainkan milik Allah dan&lt;br /&gt; akan kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Karena itu orientasi hidup Memiliki sebenarnya tidak sesuai dengan kodrat&lt;br /&gt; kemanusiaan kita. Seharusnya kita memilih orientasi Menjadi, memilih jalan&lt;br /&gt; hidup Mendaki. &quot;Carilah kebahagiaan dengan cara membahagiakan orang lain.&lt;br /&gt; Carilah kesenangan dengan cara menyenangkan orang lain,&quot; kata psikolog.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Yang sering terjadi justru sebaliknya. Kita mencari kebahagiaan dengan cara&lt;br /&gt; mengobankan orang lain. Kita mewujudkan kesenangan dengan cara merugikan&lt;br /&gt; orang lain. Lebih celaka lagi, kalau kita baru merasa senang kalau orang&lt;br /&gt; lain menjadi korban.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tentu tak mudah memastikan apakah suatu perbuatan itu menunjukkan orientasi&lt;br /&gt; Memiliki atau Menjadi. Kesulitannya karena manusia pandai berpura-pura,&lt;br /&gt; membungkus motif yang sesungguhnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Memberi bantuan bisa saja bukan benar-benar ingin menolong, tetapi ingin&lt;br /&gt; memperoleh sesuatu yang lebih besar. Mungkin ingin memperoleh nama baik&lt;br /&gt; disebut dermawan. Mungkin agar orang yang dibantu berada dalam pengaruhnya.&lt;br /&gt; Mengajak damai ketika kondisi terpepet, boleh jadi karena ingin selamat,&lt;br /&gt; bukan karena cinta damai. Ketika keadaan sudah lapang, konflik akan disulut&lt;br /&gt; lagi. Manusia pandai berpura-pura.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Karena itu agama menegaskan bahwa senyum yang tulus jauh lebih berharga&lt;br /&gt; daripada memberi materi dengan maksud tersembunyi atau menyakiti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bangsa ini sudah capek dengan pertengkaran dan kekerasan. Itulah korban dari&lt;br /&gt; orientasi hidup Memiliki. Itulah hasil dari jalan menurun dan menghindari&lt;br /&gt; jalan mendaki.*&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Penulis adalah Sekretaris Muhammadiyah Jawa Timur&lt;br /&gt; </content> </entry>  </feed>