09/04/2006
Metro Tanah Abang
...." Buat yang mau Action : Ditawarkan 10 kios gratis di Pusat Grosir Metro Tanah Abang, penawaran terbatas...."
Dezigh !! Seketika aku terpana melihat barisan kata-kata tersebut dalam sebuah milis komunitas TDA yang belakangan semakin akrab saja mengisi setiap detik demi detik berlalu disela-sela rutinitas pekerjaan. Komunitas inilah yang pelan namun pasti mengubah pola pikirku selama ini mengenai apa itu arti rejeki dan uang. Apa itu kebersamaan, sinergi dalam bisnis, sambil tak lupa memupuk semangat untuk saling membantu dan memberikan nilai lebih bagi orang lain. Setelah sebelumnya sempat gamang apa yang harus dilakukan setelah sempat 'terpuruk' dan stag sebentar karena gagal membangun cikal bakal imperium bisnis, alhamdulilah pada akhirnya kutemukan komunitas ini...
Saat itu juga langsung kuhubungi si pengirim email untuk info lebih lanjut. Ternyata yang ditawarkan adalah khusus kios sepatu. Wah ? Bukan saja pengalaman yang nol besar untuk ini, tapi juga modal, pasar, dsb aku sangat-sangat buta sama sekali dengan bisnis persepatuan ini. Ibarat masuk hutan belantara, kali ini gelap gulita, pekat...
Namun, the show must go on. Keputusan harus segera diambil karena sayang jika kesempatan ini dilewatkan begitu saja. Bismillah saja, sambil terus berusaha tetap berdoa semoga Allah berkenan memberikan jalan dan kemudahan kepada kami. Kemudian tak lama kusimak di milis, namaku sudah terdaftar sebagai orang yang pertama berminat untuk kios tersebut. Bismillah...
Sabtu pagi, aku, Istri plus Syahid anakku survey ke lokasi. Berboncengan bertiga, kami susuri jalanan Jakarta hingga sampai ke sebuah gedung putih di pojok jalan Wahid Hasyim Tanah Abang. Wah, ramai sekali kendaraan lalu lalang. Tanah Abang gitu lho...emang terkenal kan sebagai pusat grosir. Cari parkiran di dalam gedung, terus melaju hingga ke lantai tujuh...ck-ck..lumayan nih ngabisin bensin, batinku.
Lihat-lihat sekeliling, tempat parkir telah penuh dengan mobil dan motor. Wah, berarti pengunjungnya lumayan nih. Lalu kami cari tokonya Pak Hasan di lantai 4 yang sebelumnya sudah jualan produk jaket. Sudah ada peserta yang lain, hingga menjelang siang semua sudah berkumpul di tokonya Pak Hasan dan Mas Khairul. Hingga tibalah saatnya kami bertemu dengan Pak Haji Alay...
Subhanallah, melihat pembawaan beliau yang tenang namun tegas, kami sungguh takjub dibuatnya. Kios-kios di gedung ini juga sebagian miliknya dan beliau tak segan-segan mengundang orang lain untuk bekerjasama dengannya. Sakah satunya lewat kios-kios di lantai basement ini...Memang sih, saat ini kios-kios tersebut masih sepi dan banyak yang kosong. Namun Pak Haji meyakinkan, jika kita tidak menciptakan gula untuk mendatangkan semut-semut, ya pasti akan tetap seperti ini jadinya. ( sepi maksudnya ). Karenanya, Pak Haji mengajak kami semua untuk turut serta meramaikan kios-kios ini dan mulai berjualan didalamnya. Tidak usah takut dengan kondisi sepi, modal, koneksi ke supplier,dsb...insyaAllah ada banyak jalan untuk itu. Kemudian beliau menyebut beberapa nama dan tempat yang bisa dijadikan referensi plus tips-tips seputar dunia dagang. Kata beliau, dagang itu sangat erat kaitannya dengan feeling/intuisi...
Kurasa semua sepakat bahwa yang hadir saat itu langsung 'terbakar' dengan briefing singkat dari Pak Haji tersebut. Seseorang yang murah senyum, baik hati dan gemar berbagi...akhirnya, diadakanlah pengundian untuk menentukan masing-masing stand kios...aku kebagian stand kios nomor 4, tak apalah, yang penting kan bukan letaknya, namun kegigihan kita untuk jemput bola dari pengunjung-pengunjung yang ada. Lalu kami disarankan untuk segera berkoordinasi untuk menentukan kapan mau buka kios dan serah terima kunci. Untuk masalah teknis, insyaAllah 3 bulan pertama tidak dikenakan biaya apapun kecuali listrik. Karena sebagian besar masih terbilang baru di bisnis persepatuan, maka diputuskan untuk mengunjungi para produsen sepatu yang bisa menjadi supplier di kios.
Yap, saatnya segera take double action...doakan semoga impian untuk segera memiliki kios sendiri dapat menjadi kenyataan...:-). Amin. Ya ALLAH berkahilah usaha kami....
09:20 Posted in Curahan Hati | Permalink | Comments (0) | Email this
01/24/2006
Hujan Deras Semalam
Musim hujan begini...mestinya menjadi berkah. Karena apa ? tidak usah banyak berdebat, turunnya hujan justru merupakan rejeki dan berkah tak terkira dari Allah karena dampak ikutannya yang sangat besar. Bagaimana tidak, jika dengan turunnya hujan tanah-tanah menjadi subur karena dialiri lagi dengan air yang deras, tumbuhan dan bunga-bunga juga kerap merekah di musim penghujan ini karena selalu basah oleh air. Lebih jauh lagi, persediaan air tanah juga akan meningkat karena curah hujan yang tinggi setiap hari sehingga kita tidak khawatir jika tiba-tiba mesin air mati tidak mampu menyedot air karena persediaan air tanah sudah habis.
Tapi sekarang segala hal yang ideal itu telah berubah. Turunnya hujan seolah menjadi bencana bagi sementara orang. Banjir terjadi dimana-mana, di kota juga di desa. Hal ini tak lain karena alam sudah kehilangan keseimbangannya. Hutan-hutan yang dulunya rindang sekarang sudah habis digunduli hingga tak mampu lagi menyerap dan menahan lajunya air hujan. Begitu juga lahan-lahan hijau di perkotaan nyaris tak bersisa hingga menyebabkan turunnya hujan sebentar saja banjir sudah menghadang. Banyak lagi jika mau disebut satu per satu. Turunnya hujan semestinya menjadi berkah...tapi karena keserakahan manusia untuk terus mengeksploitasi alam, jadinya ya seperti ini. Alam murka, manusia sengsara.
Tak terkecuali dengan pengalamanku semalam. Sehabis hujan deras yang disertai angin kencang mengguyur kota Jakarta hampir satu hari penuh, pohon-pohon bertumbangan dimana-mana. Alhasil jalan-jalan protokol menjadi macet luar biasa. Sungguh menyebalkan. Perjalanan pulang kantor menjadi sangat tidak nyaman. Memang sih, jika dibandingkan tahun-tahun lalu, menurutku kondisi Jakarta tahun ini tidak begitu parah. Tapi yang namanya antisipasi dan siaga tetap perlu dong.
Persoalan banjir dan macet memang klise dan klasik. Mungkin sama tuanya dengan perjalanan kota ini. Tapi ya itu tadi, turunnya hujan mestinya membawa berkah dan kesejukan, bukan malah melahirkan makian dan kekecewaan karena macet yang mengular.
07:35 Posted in Curahan Hati | Permalink | Comments (0) | Email this
12/19/2005
Senin Pagi...
Senin lagi...rasanya begitu cepat waktu ini. Kembali ke rutinitas, berangkat pagi, pulang jelang malam. Begitu seterusnya sampai weekend menjelang. Weekend kelar, senin lagi menghadang...kok menghadang sih ?
Yap, gimana nggak ? biasanya awal pekan begitu lalu lintas macetnya luar biasa. Seandainya keong bisa ditumpangin, mendingan naek keong deh...hehe. Tapi, pagi ini sedikit beda. Keluar rumah, hawa segar langsung menerpa maklum sudah dua hari terakhir hujan terus jadi ya lumayan adem cuacanya. Yah, asal gak hujan terus-terusan aja coz efek 'multiplier'nya itu yang unpredicted. Alias banjir dimana-mana...nah, kalo yang ini murni akibat ulah manusia. Gak tahu kenapa, musim hujan banjir terus jadi masalah. Padahal ini kan siklus tahunan gitu loh.
Sudahlah. Yang pasti cuaca pagi ini cukup adem. Dengan langkah mantap, aku menuju kantor...seperti biasa, kucoba 'menikmati' suasana perjalanan pagi itu. Kadang-kadang, untuk menghindari kejenuhan selama perjalanan, aku baca-baca buku sampai sedikit terlelap. hehe. Lumayan deh buat nyambung tidur semalam yang suka keganggu sama tangisan sang buah hati tercinta...
Alhamdulilah, kali ini si Metro yang menjadi 'jemputan' setia tak susah kudapat. Langsung duduk manis dibelakang, tak lama kemudian seorang penumpang duduk disebelahku dan terus...ngajak ngobrol !. Pikirku, hmh, gak biasanya nih ada orang ramah di bis, hari gini gitu loh. Biasanya tampangnya pada jutek semua, maklum deh di Metro...penumpang kadang diperlakukan kayak tape. Berjubel hingga deket pintu. Padahal, bahaya kan...
Pertama-tama si Bapak memperkenalkan diri. Dia seorang pensiunan PNS, punya anak dua, lagi ngurus SIM-nya yang hilang di Polsek Jaksel. Aku hanya mengangguk-angguk saja. Batinku, wah, ini menyita waktu 'tidur' di bis nih. hehe. Yap, untuk mengurangi dampak bete selama di jalan yang macet dan crowded, aku sering berharap bisa tidur di bis. Tapi kali ini lain, si Bapak terus menceritakan pengalamannya selama jadi PNS, soal KKN sampai partai Golkar...
Aku masih tak acuh. Dia terus saja ngomong...hingga tanpa sadar, si Metro sudah hampir melewati Pertigaan Fatmawati- H. Nawi alias sudah dekat Dutamas-ITC !!! Kok gak nyadar ya ? Padahal tadi lumayan macet seperti biasa awal pekan...tapi ini kok lain ? Olala...ternyata sepanjang perjalanan tadi si Bapak terus saja ngobrol dan aku ikut larut dalam pembicaraannya. Alhasil, kemacetan Fatmawati pagi itu tak begitu kurasakan...Kalo tiap hari kayak gini, asyik juga ya ? hehe. Tapi, bisa-bisa mulut jadi garing karena ngobrol terus sepanjang jalan...:-)
04:35 Posted in Curahan Hati | Permalink | Comments (0) | Email this

