02/14/2006

Alunan Musik Sopir Angkot

Sungguh aneh tapi nyata...tak kan terlupa...kisah kasih di sekolah...dengan si dia....tiada masa paling indah masa masa di sekolah, tiada kisah paling indah kisah kasih di sekolah....

Deghhh...lagi bete-betenya bermacet-macet di jalanan Cinere Depok yang rusak, tau-tau ada alunan musik merdu terdengar dari tape mobil angkot yang kutumpangi. Hehe...keren juga nih sopir, mau nyetel lagu begituan. Soft gitu lho...biasanya kan dang-doet dan konco-konconya. :-). Lumayan lama juga lagu itu mengalun...sampai tak sadar aku ikut menggumam mengikuti iramanya. Pikiranku pun sedikit menerawang ke masa lalu...

Suatu siang di sebuah SMA di kota Surabaya...ada dua makhluk berseragam abu-abu sedang duduk berdua di pojokan sekolah. Keduanya tampak asyik seolah dunia hanya milik mereka berdua. Padahal suasana sekolah cukup ramai karena habis bubaran. Yah...namanya juga cintrong, semua apapun jadi terasa indah. Hingga kemudian mereka berpisah karena harus melanjutkan studinya di kota yang berbeda...

 

--------------

hehe...garing ya ? pls comment.

 

Selamat Pagi

14 Peb 2006 07:54 WIB

Ada tiga penghuni di rumah kami saat ini: saya, suami dan anak pertama kami berusia 2 tahun. Dari ketiganya, yang terbiasa menyambut pagi dengan semangat tinggi (kecuali jika sedang sakit). Adalah anak kami, usianya baru 2 tahun, tapi semangat menyambut pagi yang ditunjukkannya perlu jadi teladan. Begitu bangun, dia segera bangun dan bergerak. Pergi ke tempat mainannya biasa diletakkan, atau pergi ke tempat lain di mana ada orang lain yang sudah melakukan aktivitas.

Saya dan suami punya kebiasaan yang lain lagi dalam menyambut pagi. Saya biasanya dilanda kebingungan akan menu makanan yang akan saya masak hari ini, khususnya jika daftar menu lupa saya susun sebelumnya. Tidak jarang, melihat tumpukan baju kotor yang harus dicuci, juga tumpukan peralatan makan di dapur, rasanya badan ini malas bergerak. Apalagi musim hujan nan dingin seperti sekarang. Tak perlu melihat tumpukan cucian pun, pagi hari biasa disambut dengan bermalas-malasan. Ingin rasanya kembali ke balik selimut, menunggu matahari yang masih malu-malu muncul. Suami saya, seringkali lebih semangat menyambut hari baru di pagi hari, tapi juga tidak jarang bermalas-malasan di pagi hari yang dingin.

Jika melihat anak pertama kami sudah bangun dan melakukan aktivitasnya sendiri dengan semangat, rasanya malu juga. Seharusnya saya memberi contoh yang lebih baik. Bukannya memilih bermalas-malasan daripada segera melakukan aktivitas yang menjadi tanggung jawab saya. Tapi seringnya, malu itu dikalahkan rasa malas. Padahal, dalam pagi hari ada keberkahan. Seperti pepatah di kalangan orang Arab yang menyebutkan bahwa berkah itu ada di waktu pagi, albarakatu fi bukuriha.

Waktu pagi, memang menyimpan banyak keutamaan. Salah satunya adalah keutamaan zikir pagi yang dianjurkan untuk memperoleh banyak rahmat Allah SWT. “Dan sebarkanlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang untuk mengharapkan keridhaan-Nya” (Al-Kahfi; 28).

Waktu pagi adalah waktu pergantian tugas malaikat malam dan siang. Rasulullah menjelaskan dalam haditsnya bahwa waktu shubuh adalah masa di mana para malaikat malam naik ke langit digantikan dengan malaikat siang. Sungguh terasa indah jika saat-saat pergantian malaikat itu, kita sedang berada dalam kondisi taat kepada Allah swt.

Namun apa yang terjadi? Biasanya saya lebih memilih untuk bermalas-malasan. Menjalankan sholat shubuh dengan terkantuk-kantuk kemudian bermalas-malasan menunggu matahari muncul adalah hal yang tidak jarang saya lakukan. Astaghfirullahaladziim..

Waktu-waktu shubuh di pagi hari adalah waktu yang oleh para ulama dianggap sebagai waktu terbaik untuk mendalami suatu ilmu. Suasana pagi yang tenang membuat konsentrasi dan kemampuan memahami meningkat. Ibnu Jarir Ath Thabari, yang mampu menulis sebanyak empat puluh halaman setiap hari selama empat puluh tahun terakhir masa usianya, melakukan murajaah akan ilmu dan ide-ide yang akan dituangkan dalam tulisannya di awal-awal shubuh. Lukman Al-Hakim pun mengingatkan anaknya tentang kemuliaan pagi dan mudahnya akal menyerap ilmu dengan mengatakan, “Jangan sampai ayam jantan lebih cerdas darimu. Ia berkokok sebelum fajar, sementara kamu masih mendengkur tidur hingga matahari terbit.”

Lihatlah! Pagi tak pernah bosan menyapa kita kecuali Allah menentukan takdirnya yang lain. Suasana pagi tetaplah penuh dengan kesegaran dan kesejukan. Suasana pagi selalu membawa harapan bagi diri. Selamat pagi! Saya ingin selalu menyapa pagi dan menjadikannya momen yang baik untuk memperbaiki diri. Mudah-mudahan..

Wallahu’alam bishshowab

02/06/2006

Hidup Hanya Sebentar

Hidup itu hanya sebentar

Sebentar marah, sebentar sedih

Sebentar senang, sebentar susah

Sebentar sibuk, sebentar luang

Sebentar kaya, sebentar miskin

Sebentar muda, sebentar tua

Sebentar dan hanya sebentar

Jadi nikmati dan syukuri

Setiap episode perjalanan

Dalam hidup kita

Karena tidak ada yang abadi

Dalam dunia ini...