01/20/2006

Hikmah Pengharaman Darah & Babi

Berikut ini tulisan mengenai pengharaman darah dan babi dalam Islam,
diulas
dari sudut pandang
logika dan ilmu kesehatan. Semoga bermanfaat.

Bob: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan
mengenai kata-kata "Halal"
dan "Haram"; apa arti dari kata-kata tersebut?

Yunus: Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, dan
apa-apa
yang tak diperbolehkan
diistilahkan sebagai Haram, dan Al-Qur'an lah yang menggambarkan
perbedaan
antara keduanya.

Bob: Dapatkah anda memberikan contoh?

Yunus: Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan
sependapat
bahwa analisis kimia dari
darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam
urat?),
suatu senyawa kimia
yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bob: Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh
manusia,
senyawa ini
dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diber i
tahu bahwa
98% dari uric acid
dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang
keluar
tubuh melalui air seni.

Yunus: Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur
khusus dalam
penyembelihan hewan
dalam Islam.

Bob: Apa maksud anda?

Yunus: Begini... seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang
Maha
Kuasa, membuat irisan
memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan
organ-organ lainnya utuh.

Bob: Oh begitu... Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena
kehabisan
darah dari tubuh,
bukannya karena cedera pada organ vitalnya.

Yunus: Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak
dirusak, hewan tersebut dapat
meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya
dan
akhirnya mencemari daging.
Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid,
sehingga menjadikannya
beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru menyadar i
akan
hal ini.

Bob: Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa para
Muslim
melarang pengkonsumsian
daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dengan babi?

Yunus: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur'an dalam
pengkonsumsian
babi, bacon; pada
kenyataannya dalam Bible juga, pada Leviticus bab 11, ayat 8,
mengenai
babi, dikatakan, "Dari
daging mereka (dari "swine", nama lain buat "babi") janganlah kalian
makan,
dan dari bangkai
mereka, janganlah kalian sentuh; mereka itu kotor buatmu."

Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat
disembelih di
leher karena mereka tidak
memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Muslim beranggapan
kalau
babi memang harus
disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan
merancang hewan ini dengan
memiliki leher.

Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek
berbahaya dari komsumsi
babi, dalam bentuk apapun, ba ik itu pork chops, ham, atau bacon.

Bob: Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak
macam
penyakit. Babi diketahui
sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya.

Yunus: Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan
mengenai
kandungan uric acid dalam
darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry
babi
mengeluarkan hanya 2% dari
seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam
tubuhnya.

12/19/2005

Seberapa Sehat Otak Anda ?

Seberapa Sehat Otak Anda ?

19/12/2005 08:34 WIB

eramuslim - Untuk menilai kebugaran fisik memang tidak terlalu sulit karena banyak indikatornya. Tapi, bagaimana bisa tahu keadaan otak anda sehat atau tidak? Padahal, lupa adalah salah satu indikasi bahwa otak sudah tidak sehat lagi.

Seperti organ lain, otak juga mengandalkan darah sebagai pemasok oksigen dan nutrisi. Bila jantung dan pembuluh darah tidak cekatan dan efisien lagi, daya ingat akan kena dampaknya. Sejumlah penelitian menunjukkan, masalah kardiovaskular ikut menentukan penurunan kemampuan otak.

Petunjuk berikut ini bisa menjadi indikator sehat tidaknya otak anda. Masih berisi atau jangan-jangan malah sudah mulai kosong:

1. Otak mulai padam. Ini bisa ditunjukkan dengan keadaan anda yang mulai merasa frustasi. Banyak omongan
yang anda ucapkan, tapi tidak ada 'isinya'.

2. Mulai lupa. Anda menemukan buah di dalam kulkas, tapi tidak ingat bahwa anda sendiri yang menyimpannya di
sana. Anda juga mulai kesulitan untuk mengingat nama atau kata-kata dalam lagu favorit anda.

3. Otak mulai seret. Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk berpikir atau menuangkan pikiran anda.

4. Depresi. Anda merasa sedih dan cemas pada waktu tertentu, kehilangan minat pada sesuatu yang biasanya
anda gemari.

Jika satu atau lebih tanda tersebut ada pada diri anda, maka dapat dipastikan otak anda sudah tidak sehat lagi. Dan sebaiknya anda konsultasi ke dokter. Hanya dokter ahli yang bisa menganalisis secara tepat dan memberikan perawatan terhadap trauma otak atau penyakit degeneratif seperti alzhemier. Para ahli percaya bahwa dalam kondisi tertentu otak dapat meregenerasi sel untuk membalikkan dampak dari penuaan atu turunnya fungsi memori otak dengan melakukan latihan olahraga setiap hari. Semakin cepat anda memfokuskan pada kebugaran otak akan semakin baik.

Pasalnya, dengan latihan fisik atau olahraga teratur, aliran darah ke otak akan tambah lancar. Disebutkan bahwa aliran darah ke otak menurun rata-rata 23 persen di usia antara 33-62 tahun. Selain mampu mengurangi kadar lemak darah yang bisa menyempitkan dan mengeraskan pembuluh darah, olahraga juga mengakatifkan bagian-bagian otak yang bertugas mengendalikan fungsi gerak. Di sisi lain otak juga butuh istirahat. Aktivitas terus menerus tidak baik untuk otak. Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kecepatan dan keaktifan otak. Orang yang kurang tidur akan cenderung lupa dan diikuti dengan menurunnya fungsi indra.

Kebutuhan tidur tiap orang berbeda. Secara umum orang dianjurkan untuk istirahat sekitar 7-8 jam. Namun, ketentuan itu tidak mutlak. Ada orang yang hanya perlu tidur tiga jam. Orang macam ini biasanya mampu menstabilkan gelombang otaknya meski tetap bekerja. Saat Anda tidur, ingatan akan direvisi dan disimpan dalam otak. Ketidakmampuan tidur mempengaruhi periode konsolidasi ingatan. Otak secara otomatis melakukan penyegaran saat terjadi gelombang tidur nyenyak atau gelombang delta.

Di samping itu, sebaiknya konsumsi makanan yang baik untuk otak. Karena otak memerlukan zat gizi seperti asam folik dan asam lemak omega 3. Masukkan daun-daunan berwarna gelap, sayuran, ikan dan kacang-kacangan dalam menu anda. Satu hal yang terpenting, hentikan rokok dan minum alkohol. Karena keduanya dapat mengganggu sirkulasi darah ke otak. (to/is)

12/06/2005

Jangan Panik, Demam Bukan Penyakit

Jangan Panik, Demam Bukan Penyakit

05/12/2005 09:12 WIB

eramuslim - Banyak orang tua panik ketika mengetahui anaknya menderita demam. Berbagai cara pun ditempuh untuk mengusir demam tersebut, mulai dengan kompres atau diminumi anti-biotik. Padahal demam hanyalah gejala, bukan penyakit.

Secara garis besar, demam bisa diakibatkan oleh infeksi, bisa juga bukan infeksi. Pada bayi dan anak penyebab utama demam umumnya infeksi, terutama infeksi virus. Ketika terserang infeksi, tubuh berusaha membasmi infeksi itu dengan mengerahkan sistem imun (sistem kekebalan tubuh yang ada dalam tubuh).
Sel darah putih dan semua perangkatnya bekerja keras menghancurkan penyebab infeksi, membentuk antibodi untuk menetralkan musuh, serta membentuk demam. Kehadiran sang demam akan membantu membunuh virus, karena virus tidak tahan suhu tinggi. Sebaliknya, virus akan tumbuh subur di suhu rendah.

Dunia kedokteran membuktikan, pada umumnya demam bukan kondisi yang membahayakan serta mengancam keselamatan jiwa. Beberapa kepustakaan kedokteran menulis, demam merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk memerangi infeksi. Ia ibarat alarm yang memberitahukan bahwa sesuatu tengah terjadi di dalam tubuh. Tubuh kita dilengkapi berbagai sistem pengaturan canggih, termasuk pengaturan suhu tubuh. Manusia memiliki pusat pengaturan suhu tubuh (termostat), terletak di bagian otak yang disebut dengan hipotalamus. Pusat pengaturan suhu tubuh itu mematok suhu badan kita di satu titik yang disebut set point.

Hipotalamus bertugas mempertahankan suhu tubuh agar senantiasa konstan, berkisar pada suhu 37°C. Itu sebabnya, di mana pun manusia berada, di kutub atau di padang pasir, suhu tubuh harus selalu diupayakan stabil, sehingga manusia disebut sebagai makhluk yang mumpuni. Termostat hipotalamus bekerja berdasarkan asupan dari ujung saraf dan suhu darah yang beredar di tubuh. Di udara dingin hipotalamus akan membuat program agar tubuh tidak kedinginan, dengan menaikkan set point alias menaikkan suhu tubuh. Caranya dengan mengerutkan pembuluh darah, sehingga badan menggigil dan tampak pucat.

Sedangkan di udara panas, hipotalamus tentu saja harus menurunkan suhu tubuh untuk mencegah heatstroke. Caranya dengan mengeluarkan panas melalui penguapan. Pembuluh darah melebar, pernapasan pun menjadi lebih cepat. Makanya, pada saat kepanasan, selain berkeringat, kulit kita juga tampak kemerahan (flushing). Salah kaprah lainnya, banyak orangtua yang menentukan anaknya demam atau tidak hanya berdasarkan perabaan tangan. Padahal, anak bisa saja teraba hangat kalau ia habis bermain di tempat panas; di lain pihak, anak teraba dingin (seperti tidak demam) ketika dia mengalami renjatan atau shock, semisal dengue shock syndrome.

Ketika demam, otak mematok suhu di atas set point normal, yaitu di atas 38°C. Dengan menggunakan termometer, anak dinyatakan demam jika suhu tubuhnya 38°C (diukur di rektum atau ujung usus besar, termometer dimasukkan melalui anus), 37,5°C apabila diukur di mulut, serta 37,2°C jika diukur di ketiak. Akibat tuntutan peningkatan set point, tubuh akan memproduksi panas. Proses pembentukan panas itu terdiri dari tiga fase. Pertama, menggigil (berlangsung sampai suhu tubuh mencapai puncaknya), lalu suhu tubuh tetap tinggi untuk beberapa jam (fase kedua), dan suhu tubuh turun jadi normal atau mendekati normal (fase ketiga).

Satu lagi, makin tingginya suhu saat demam tidak menandakan penyakit yang lebih parah. Infeksi virus ringan, seperti selesma misalnya, bisa menyebabkan demam yang cukup tinggi. Di lain pihak, bayi baru lahir dengan infeksi berat sekali pun bisa saja suhu tubuhnya tidak meningkat atau hanya sedikit peningkatannya. Jadi, jangan gampang dibuat panik oleh demam. (to/snr)

12/01/2005

SIKAT GIGI IDEAL BUAT ANAK

SIKAT GIGI IDEAL BUAT ANAK

Kini banyak beredar aneka bentuk sikat gigi untuk anak-anak.
Sebenarnya, yang paling bagus yang mana, sih?
Sikat gigi, siapa yang tak kenal dengan benda ini. Setelah bangun tidur
dan sebelum pergi tidur, benda bergagang dan berbulu ini akan setia
"menyapu" kotoran yang menempel di gigi dan rongga mulut. Karena fungsinya
yang sangat penting inilah, kita semua membutuhkannya. Para produsen,
bahkan
berlomba-lomba menciptakan sikat gigi yang baik buat anak. Ada yang
menciptakan sikat dengan gagang melengkung, ada juga yang dengan bulu sikat
berbentuk zigzag, atau naik turun seperti gergaji. Kepala sikatnya pun
bermacam-macam, ada yang mengecil, membundar, dan ada yang datar. Bahkan
ada
juga yang kepala sikatnya memang berbentuk bulat agar bisa dioperasikan
dengan tenaga elektrik.

Semua bentuk inovasi dan modifikasi dalam sikat gigi ini, menurut drg.
Widijanto Sudhana, M.Kes., patut dihargai. Itu menandakan kepedulian
para produsen sikat gigi terhadap kualitas barang yang diproduksinya.
"Dengan produk yang menarik dan berkualitas, diharapkan masyarakat,
termasuk anak-anak, bisa terpacu untuk memelihara kesehatan gigi dan
gusinya."

Sikat gigi elektrik misalnya, yang kini sedang dipromosikan secara
luas, sebenarnya sudah diciptakan mulai tahun 70-an di Eropa dan Amerika.
Hanya saja saat itu promosi dan penggunaannya masih terbatas, karena
harganya yang mahal dan sejumlah kekurangan yang dimilikinya. Salah
satunya,
bulu sikatnya yang masih terasa kasar. Seiring dengan perkembangan
teknologi, kualitas sikat gigi ini pun semakin meningkat. Begitu juga
tingkat ekonomi masyarakat, tak heran bila kini sikat gigi tersebut banyak
"dilirik" konsumen.

MEMILIH SIKAT GIGI

Sikat gigi dikatakan ideal bila memenuhi beberapa syarat, yaitu:

* Ukuran sikat harus mampu menelusuri bagian-bagian dalam mulut sampai
gigi bagian belakang. Untuk anak, karena ukuran rongga mulutnya
sangatlah kecil, maka sebaiknya bentuk kepala sikatnya juga kecil dan
pipih,
sehingga bisa menjangkau lorong gigi anak yang sangat sempit.

Kemudian, bulu sikat hendaknya lembut, tapi kuat. Bila ada anggapan
bahwa bulu sikat yang kasar atau kaku dianggap lebih efektif membersihkan
kotoran dan plak ketimbang bulu sikat yang halus, itu tidak benar.

* Bulu sikat gigi yang kasar bisa menyebabkan kerusakan gusi, terutama
gusi yang berbatasan langsung dengan gigi atau yang lazim disebut
dengan leher gigi. "Leher gigi ini sangat sensitif terhadap gesekan-gesekan
mekanis. Jadi, jika gigi disikat terlalu kasar, bisa jadi leher gigi anak
cepat rusak. Dampaknya, bisa menyebabkan infeksi dan kelainan gusi." Gusi
yang rusak membuat umur gigi tidak berumur panjang. Gigi akan mudah goyang
dan akhirnya satu per-satu akan tanggal terkena infeksi. Gusi ibarat
pondasi
sebuah bangunan. Sementara gigi adalah bangunannya. Jadi, meski bangunan
tersebut dibuat dari bahan yang kuat dan berkualitas, tidak akan ada
artinya
jika pondasinya sendiri keropos.

Pondasi yang kuat juga akan sia-sia jika bangunan yang dibuat tidak
kokoh. Jadi, baik gigi maupun gusi harus sama-sama saling menguatkan.
"Itulah mengapa, penggunaan sikat gigi yang benar berkaitan dengan
pencegahan kerusakan gigi dalam jangka panjang."

Tidak hanya itu, email gigi yang terletak di leher gigi pun bakalan
ikut rusak. Penipisan email gigi ini akan menyebabkan gigi kerap mengalami
gangguan, seperti ngilu dan nyeri. Hal ini terjadi karena rusaknya email
turut merusak pelindung syaraf gigi. Jika tidak ditangani secara serius,
lambat laun gigi akan membusuk dan tanggal. Menurut staf pengajar di
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta ini, masalahnya
kebiasaan menggunakan sikat gigi berbulu kaku itu akan terbawa pula hingga
anak dewasa.

* Sikat gigi harus mampu memijat gusi. Gusi merupakan jaringan lunak
yang harus dijaga kekuatan dan kebersihannya. Itulah mengapa, kita
sebaiknya menjaga peredaran darah di gusi tetap lancar. Caranya, dengan
melakukan pemijatan di areal gusi lewat sikat berbulu lembut tadi. "Dengan
pemijatan teratur setiap hari, maka otot-otot dan peredaran darah di gusi
menjadi semakin lancar. Gusi pun menjadi kuat," tambah kandidat doktor di
Universitas Airlangga Surabaya ini.

* Sikat gigi standar yang banyak beredar di pasaran dengan bulu yang
rata, tangkai yang lurus, dan kepala yang lancip juga mampu berperan
optimal dalam membersihkan kotoran dan plak di dalam gigi. Bentuk seperti
ini juga mudah digunakan dan dikendalikan saat menyikat.

Yang terpenting, lanjut Widijanto, ukuran dan bulu sikat sesuai
standar. "Namun, bentuk kepala sikat, tangkai, maupun bulunya, tidak akan
berarti jika kita tidak tahu cara menggosok gigi yang baik dan benar."

KAPAN GANTI SIKAT GIGI

Sikat gigi harus diganti di antaranya bila bulu sikat rontok, rusak
atau melebar sehingga tidak nyaman atau tidak efektif lagi digunakan
sebagai sikat gigi. Jika pemakaiannya dilakukan dengan baik, tidak kasar,
maka umur sikat gigi biasanya bisa panjang. Tapi jika penggunaannya
sembarangan, umurnya pun biasanya relatif pendek.

Ada beberapa sikat gigi dengan merek tertentu menggunakan helm sebagai
pelindung kepala sikatnya. Hal ini jelas cukup berdampak positif,
karena dengan helm tersebut, kebersihan sikat gigi bisa lebih terjamin.

"Namun kalau tak pakai helm pun tak apa. Jika kita ragu pada kebersihan
sikat gigi, kita bisa mencucinya terlebih dahulu dengan menggunakan air
yang bersih."

Selain itu, usahakan agar setiap anak memiliki sikat gigi
masing-masing. Jangan pernah memakai sikat gigi orang lain. "Karena
pemakaian sikat bersama bisa menyebabkan penularan penyakit, seperti flu,
hepatitis, TBC."

KEUNGGULAN SIKAT GIGI ELEKTRIK

1. Gerakan sikat yang memutar

Gerakan sikat yang otomatis memutar efektif dalam membersihkan kotoran
dan plak pada gigi. Jika pengguna meletakkan sikat tersebut dengan
benar, tidak hanya gigi saja yang dibuat bersih, getaran-getaran
(vibration) yang diakibatkan oleh sikat juga membuat gusi ikut terpijat
olehnya.

2. Bentuk kepala sikat yang kecil

Bentuk kepala sikat seperti ini membuat kotoran yang berada di rongga
mulut yang sempit dan sulit dijangkau bisa dibersihkan.

3. Adanya semprotan air

Semprotan air ini juga sangat membantu untuk mengeluarkan
kotoran-kotoran yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.

4. Tidak perlu tenaga banyak

Dengan bantuan tenaga baterai, sikat gigi ini jelas lebih nyaman
digunakan karena tidak memerlukan tenaga yang cukup banyak kala menyikat
gigi.

"Jadi, tidaklah salah jika mereka mengklaim bisa membersihkan kotoran
dan plak hingga 80%. Namun harganya juga tak murah," komentar Widijanto.

AJARKAN SIKAT GIGI SEJAK DINI

Yang jelas, seperti dikatakan Widijanto, anak harus dikenalkan pada
sikat gigi sejak gigi susunya mulai tumbuh. "Meski masa tumbuh gigi pada
setiap anak bervariasi, tapi biasanya saat usianya menginjak 2,5 atau 3
tahun, gigi susunya yang berjumlah 20 sudah tumbuh lengkap. Saat itulah
anak
sudah bisa diperkenalkan dengan sikat gigi mini yang lembut dan cocok
baginya."

Namun sebuah riset mengatakan, mengajarkan anak menggosok gigi sama
halnya dengan mengajarkan mandi. Sejak bayi dilahirkan, ia harus mandi
secara rutin dan teratur. Jadi, menggosok gigi juga harus sudah dimulai
saat bayi keluar dari rahim sang ibu. "Meskipun saat itu bayi belum
mengonsumsi makanan padat, tapi setelah menyusui, tetap saja gusinya harus
dibersihkan."

Memang, membersihkan gusi di usia bayi berbeda dengan orang dewasa.
Membersihkan gusi pada bayi cukup dengan kain kasa bersih yang sudah
dicelupkan ke air yang matang, lalu digosokkan pada gusi sang bayi. Akhiri
dengan proses pembilasan lewat pemberian air mineral pada sang bayi.

Jika tindakan tersebut dilakukan secara terus-menerus, maka tindakan
tersebut akan menetap dan menjadi kebiasaan. "Kebiasaan itulah yang
menyebabkan anak terkondisikan agar giginya senantiasa bersih. Yang
terpenting adalah instingnya yang kita asah. Dengan cara ini, secara
naluriah anak akan merasa tidak enak jika sesudah bangun pagi atau sebelum
tidur tidak menggosok gigi." Rutinitas ini juga akan membantu anak untuk
bisa menyikat gigi dengan baik dan benar, yaitu gigi bersih dan bebas dari
kotoran serta plak. Disamping itu, proses pembersihannya tidak merusak gusi
atau email gigi.

Kemampuan anak untuk menyikat dengan baik dan benar sangatlah relatif,
tergantung bagaimana peran orang tua ataupun guru dalam mengajarkannya.
"Jadi, orang dewasa pun harus tahu terlebih dahulu bagaimana menyikat
gigi yang baik dan benar tersebut."

Penting diperhatikan, hingga anak berusia lima tahun, orang tua harus
tetap mengawasi aktivitasnya saat menyikat gigi. Sebabnya, hingga usia
ini anak belum bisa melakukannya dengan baik dan benar. "Namun, bukan
berarti orang tua mesti membantu menggosok gigi anaknya terus-menerus.
Biarkan anak menggosok gigi sendiri sembari diawasi orang tua."

AGAR ANAK SUKA MENGGOSOK GIGI

Berikut tips dari Widijanto agar anak suka menyikat gigi:

1. Libatkan anak saat membeli sikat dan pasta gigi kesukaannya.
Sesuaikan ukuran sikat dengan ukuran rongga mulut anak.

2. Carilah pasta gigi yang aman buat anak. Banyak pasta gigi dengan
rasa buah-buahan, yang mengandung bahan yang aman jika tertelan si kecil.

3. Agar anak bisa melihat dirinya saat menggosok gigi, pasang cermin di
kamar mandi.

4. Siapkan segelas air hangat untuk berkumur-kumur. Ada beberapa anak
yang cepat merasa ngilu dengan air dingin. Menurut Widijanto, sebenarnya
fenomena berkumur selepas sikat gigi masih menjadi kontroversi. Pihak yang
yang tidak setuju beralasan, jika setelah menyikat gigi cepat-cepat
berkumur
maka efektivitas fluor menjadi berkurang. Pasalnya, kandungan fluor yang
terdapat pada pasta gigi dan menempel pada gigi saat disikat, akan mudah
tersapu kembali oleh air saat berkumur. "Saya berpendapat, sebaiknya anak
hanya berkumur sekali saja, tidak usah berkali-kali agar fluor masih bisa
menempel di gigi."

Obat kumur sebenarnya hanya menjadi pelengkap setelah bersikat gigi
sebagai alternatif penyegar mulut. Jadi, membersihkan gigi tidak bisa
digantikan dengan obat kumur.

5. Sediakan handuk yang dapat digunakan untuk membersihkan bibir
setelah menyikat gigi.

6. Berikan pujian padanya setelah "menyelesaikan tugas tersebut". Hal
ini akan membuatnya ingin melakukan kegiatan sikat gigi.

CARA MEMBERSIHKAN GIGI YANG BENAR

Inilah langkah-langkah yang diberikan Widijanto:

1. Usahakan air yang digunakan untuk menggosok gigi benar-benar bersih.

2. Gerakan yang benar saat menggosok adalah dengan rumus FRTW (From Red
To White). Artinya, gerakan menyikat mulai dari gusi yang berwarna
merah ke gigi yang berwarna putih. Gerakan diusahakan bergerak ke satu
arah, dari atas ke bawah untuk gigi atas atau sebaliknya untuk gigi bagian
bawah. Gerakan dua arah menyebabkan kotoran yang tersapu akan balik
kembali.

3. Buatlah gerakan seolah-olah mengeluarkan kotoran dari sela-sela
gigi. Gosoklah semua permukaan gigi, mulai dari gigi bagian luar, tengah,
dan bagian dalam.

4. Jangan lupa, gosok pula gusi secara lembut dengan sikat.

5. Gunakan cermin sebagai alat bantu saat menggosok gigi. Jika hanya
mengandalkan perasaan dan kebiasaan saja, sulit untuk mencapai hasil yang
optimal.

6. Lidah tidak perlu dibersihkan oleh sikat. Lidah memiliki mekanisme
pembersihan tersendiri. Secara otomatis, jaringan-jaringan lunak yang
ada di lidah akan berganti setiap harinya. Ibarat kulit manusia yang
selalu mengalami pergantian dalam waktu tertentu.

Lidah juga bukan tempat bersarangnya plak atau kuman. Kecuali jika
lidah tersebut terluka, kuman dan bakteri bisa masuk ke dalamnya. "Jika pun
ada bintil-bintil putih di lidah, itu bukanlah kotoran, melainkan warna
lidah memang seperti itu."

DENTAL FLOSS (DF) TAK COCOK BUAT ANAK

Tidak semua bagian gigi bisa tersapu bersih oleh sikat gigi, karena itu
pemakaian DF juga amat penting untuk membersihkan daerah2 yang sulit
dijangkau oleh sikat gigi, terutama daerah-daerah antara gigi
(interdental) juga gigi-gigi yang berjejal.

DF merupakan benang gigi yang dirancang khusus. Dibuat dari serat nylon
yang dilapisi lilin sehingga kuat, elastis, dan tidak mudah rusak. Juga
tidak akan merusak gusi jika digunakan secara benar.

Nah, meski penting, Widijanto tidak menganjurkan penggunaan DF ini
untuk anak-anak. Bagaimanapun letak antar gigi anak masih jarang, sehingga
penggunaan DF tidak efektif. Dengan sikat gigi biasa pun gigi anak sudah
bisa dibersihkan. "Selain itu, pemakaian DF pun tidak bisa
sembarangan, karena jika sembrono gusi juga bisa rusak."

DF baru bisa dikenalkan pada anak-anak remaja atau praremaja, karena
selain susunan gigi mereka sudah rapat, mereka juga sudah bisa
menggunakan DF secara baik dan benar.


Saeful Imam. Foto: Vitri/nakita